Ilustrasi sampah. MI.
Ilustrasi sampah. MI.

Sampah DKI Berkurang 620 Ton per Hari

Nasional sampah jakarta Virus Korona
Cindy • 09 April 2020 10:48
Jakarta: Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, menyebut jumlah atau berat sampah di Jakarta menurun hingga 620 ton per hari. Penurunan terjadi sejak penerapan work from home (WFH).
 
"Penurunan ini dibandingkan data rata-rata harian periode 1-15 Maret 2020 (sebelum penerapan WFH), dengan rata-rata berat sampah periode 16-31 Maret 2020 (setelah penerapan WFH)," kata Andono melalui keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 9 April 2020.
 
Menurut dia, penurunan aktivitas masyarakat berdampak terhadap berkurangnya timbunan sampah. Terutama sampah dari hotel, mal, restoran, perkantoran, dan tempat wisata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andono mengimbau masyarakat lebih giat melakukan pengurangan sampah. Dia mengklaim Dinas Lingkungan Hidup DKI telah mengampanyekan program pengurangan sampah sejak setahun lalu, yakni lewat program sampah tanggung jawab bersama (Samtama).
 
"Program tersebut menekankan pengurangan aktivitas, pilah dan olah sampah yang dilakukan oleh masyarakat sebagai penghasil sampah,” kata Andono.
 
Baca: Udara Jakarta Membaik karena Warga Kerja dari Rumah
 
Di samping itu, Andono memaparkan tiga strategi pengurangan sampah. Pertama, strategi pintu depan pada tahap sebelum mengonsumsi.
 
”Kita harus tahu dan sadar apa yang mau kita konsumsi sejak dalam pikiran. Jika itu menghasilkan sampah, tak akan kita pilih,” ujar Andono.
 
Andono meminta masyarakat membawa kantong belanja ramah lingkungan setiap akan berbelanja. Masyarakat juga wajib merencanakan dan mengetahui apa yang mau dibeli sebelum berbelanja.
 
Kedua, strategi pintu tengah. Warga diminta tidak buru-buru membuang sisa barang ke tempat sampah. Misalnya, mendonasikan pakaian tidak terpakai atau makanan berlebih kepada orang yang membutuhkan.
 
Ketiga, strategi pintu belakang. Warga harus disiplin memilah sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti kaleng, botol, dan kardus berkas dapat ditabung di bank sampah terdekat untuk didaur ulang.
 
"Sumber daya harus digunakan dengan optimal, jangan ada yang mubazir. Syukur-syukur kita dapat membantu tetangga atau masyarakat yang kesulitan secara ekonomi," ujar Andono.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif