medcom.id, Jakarta: 'Terimakasih Masyarakat Kalijodo untuk 48 Tahun Kebersamaan, Tuhan Mengasihi Kita Semua,'
Spanduk yang bertuliskan kalimat perpisahan itu dibentangkan di Gereja Bethel, Kalijodo. Hari ini, barangkali jadi yang terakhir bagi jemaat untuk beribadah di gereja bercat putih itu.
Gereje Bethel itu berusia hampir setengah abad, 48 tahun. Lebih dari setengah jumlah jemaat yang biasa beribadah di gereja itu merupakan warga Kalijodo. Sisanya, warga kampung sekitar.
Salah seorang anggota jemaat yang tak mau disebut namanya, mengaku tak kepalang sedih mendengar kabar gereja itu jadi salah satu bangunan yang bakal dirobohkan di penggusuran kawasan Kalijodo.
"Masih banyak tadi pagi yang beribadah. Iya kemungkinan ini jadi hari terakhir kami beribadah di sini," katanya saat berbincang di Gereja Bethel Jalan Kepanduan II, Penjaringan Jakarta Barat, Minggu (21/2/2016).
Surat peringatan pertama (SP1) pun sudah ditempel di dinding depan Gereja. Dia pasrah terkait penggusuran tersebut.
Seperti diketahui, Penggusuran Kalijodo tinggal mengitung hari. Tanda-tanda eksekusi sudah tampak belakangan ini.
Misalnya, polisi yang mendirikan pos penjagaan di beberapa tempat di Kalijodo. Kamera CCTV juga terpasang di tiga titik mengintai aktivitas warga. Kawasan Kalijodo di bawah kendali penuh oleh polisi untuk sembilan hari ke depan.
"Kita akan periksa setiap orang yang masuk. Kita periksa apakah dia warga atau tidak," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Tito Karnavian Sabtu 20 Februari.
Pemprov DKI Jakarta telah melayangkan surat peringatan pertama (SP1) kepada warga Kalijodo, Kamis 18 Februari. Warga diberi waktu tujuh hari untuk angkat kaki dari rumah mereka. Jika tak diindahkan, maka Pemprov akan mengeluarkan SP2 untuk jangka waktu 3 hari dan SP3 satu hari. Bila masih tidak dipatuhi, maka Pemrov DKI melakukan pemindahan paksa.
medcom.id, Jakarta: '
Terimakasih Masyarakat Kalijodo untuk 48 Tahun Kebersamaan, Tuhan Mengasihi Kita Semua,'
Spanduk yang bertuliskan kalimat perpisahan itu dibentangkan di Gereja Bethel, Kalijodo. Hari ini, barangkali jadi yang terakhir bagi jemaat untuk beribadah di gereja bercat putih itu.
Gereje Bethel itu berusia hampir setengah abad, 48 tahun. Lebih dari setengah jumlah jemaat yang biasa beribadah di gereja itu merupakan warga Kalijodo. Sisanya, warga kampung sekitar.
Salah seorang anggota jemaat yang tak mau disebut namanya, mengaku tak kepalang sedih mendengar kabar gereja itu jadi salah satu bangunan yang bakal dirobohkan di penggusuran kawasan Kalijodo.
"Masih banyak tadi pagi yang beribadah. Iya kemungkinan ini jadi hari terakhir kami beribadah di sini," katanya saat berbincang di Gereja Bethel Jalan Kepanduan II, Penjaringan Jakarta Barat, Minggu (21/2/2016).
Surat peringatan pertama (SP1) pun sudah ditempel di dinding depan Gereja. Dia pasrah terkait penggusuran tersebut.
Seperti diketahui, Penggusuran Kalijodo tinggal mengitung hari. Tanda-tanda eksekusi sudah tampak belakangan ini.
Misalnya, polisi yang mendirikan pos penjagaan di beberapa tempat di Kalijodo. Kamera CCTV juga terpasang di tiga titik mengintai aktivitas warga. Kawasan Kalijodo di bawah kendali penuh oleh polisi untuk sembilan hari ke depan.
"Kita akan periksa setiap orang yang masuk. Kita periksa apakah dia warga atau tidak," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Tito Karnavian Sabtu 20 Februari.
Pemprov DKI Jakarta telah melayangkan surat peringatan pertama (SP1) kepada warga Kalijodo, Kamis 18 Februari. Warga diberi waktu tujuh hari untuk angkat kaki dari rumah mereka. Jika tak diindahkan, maka Pemprov akan mengeluarkan SP2 untuk jangka waktu 3 hari dan SP3 satu hari. Bila masih tidak dipatuhi, maka Pemrov DKI melakukan pemindahan paksa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)