medcom.id, Jakarta: Kawasan Kalijodo, Jakarta Utara dikenal sebagai kawasan prostitusi dan tempat penjualan minuman keras ilegal. Ironisnya, tempat hiburan malam itu berdiri di permukiman warga dan menjadi tempat bermain anak-anak.
Pada siang hari, kawasan Kalijodo seperti perumahan warga pada umumnya. 300 meter dari lokasi prostitusi berdiri masjid. Tidak ada batas antara permukiman warga dengan bar, tempat karaoke, dan wisma prostitusi. Anak-anak yang tinggal di wilayah ini pun bebas bermain.
Menjelang malam, kawasan yang berada di Jalan Kepanduan II, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara ini berubah menjadi lokasi tempat hiburan untuk laki-laki hidung belang.
Mendadak pengamanan kawasan prostitusi meningkat dijaga preman kelas kakap. Tim Metro TV yang tiba di lokasi langsung diusir oleh pria berbadan tinggi dan besar.
Seorang warga, Tika mengatakan, keluarganya mengaku cemas dengan rencana penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wanita yang sudah mengontrak selama 30 tahun itu takut kesulitan mencari tempat tinggal baru.
Tika yang tinggal berjarak 300 meter dari tempat hiburan di Kalijodo ini mengaku tidak terganggu dengan aktivitas hiburan malam.
Camat Penjaringan Abdul Khalit mengatakana, negara berkewajiban menjaga ketertiban di masyarakat. Pihaknya mendukung penuh penertiban kawasan prostitusi Kalijodo. Pihaknya akan melakukan pendataan warga Kalijodo.
(Clara Alverina).
medcom.id, Jakarta: Kawasan Kalijodo, Jakarta Utara dikenal sebagai kawasan prostitusi dan tempat penjualan minuman keras ilegal. Ironisnya, tempat hiburan malam itu berdiri di permukiman warga dan menjadi tempat bermain anak-anak.
Pada siang hari, kawasan Kalijodo seperti perumahan warga pada umumnya. 300 meter dari lokasi prostitusi berdiri masjid. Tidak ada batas antara permukiman warga dengan bar, tempat karaoke, dan wisma prostitusi. Anak-anak yang tinggal di wilayah ini pun bebas bermain.
Menjelang malam, kawasan yang berada di Jalan Kepanduan II, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara ini berubah menjadi lokasi tempat hiburan untuk laki-laki hidung belang.
Mendadak pengamanan kawasan prostitusi meningkat dijaga preman kelas kakap. Tim Metro TV yang tiba di lokasi langsung diusir oleh pria berbadan tinggi dan besar.
Seorang warga, Tika mengatakan, keluarganya mengaku cemas dengan rencana penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wanita yang sudah mengontrak selama 30 tahun itu takut kesulitan mencari tempat tinggal baru.
Tika yang tinggal berjarak 300 meter dari tempat hiburan di Kalijodo ini mengaku tidak terganggu dengan aktivitas hiburan malam.
Camat Penjaringan Abdul Khalit mengatakana, negara berkewajiban menjaga ketertiban di masyarakat. Pihaknya mendukung penuh penertiban kawasan prostitusi Kalijodo. Pihaknya akan melakukan pendataan warga Kalijodo.
(Clara Alverina).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)