medcom.id, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI segera menyerahkan hasil audit investigasi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BPK masih menginterogasi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk dimintai klarifikasi.
Juru Bicara BPK RI Yudi Ramdhan berharap, audit investigasi dapat diserahkan ke KPK pada 26 November. "Tanggal 26 November mudah-mudahan selesai. Kita masuk ke penegakkan hukum. Balik ke KPK dulu itu (audit investigasi). KPK yang minta," kata Yudi di Gedung BPK RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).
Hingga kini BPK masih memeriksa Ahok sejak pukul 09.00 WIB. Ahok dimintai keterangan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, seluas 3,6 hektar.
Yudi mengatakan, Ahok masih menjalani proses klarifikasi. "Masih dalam proses. Masih proses klarifikasi," ujarnya.
Yudi tidak mengetahui apa saja yang ditanyakan kepada Ahok terkait kasus yang mengindikasikan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar itu. "Saya kontennya belum (tahu) karena itu sepenuhnya tim investigasi. Tidak ada tim lain," imbuhnya.
medcom.id, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI segera menyerahkan hasil audit investigasi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). BPK masih menginterogasi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk dimintai klarifikasi.
Juru Bicara BPK RI Yudi Ramdhan berharap, audit investigasi dapat diserahkan ke KPK pada 26 November. "Tanggal 26 November mudah-mudahan selesai. Kita masuk ke penegakkan hukum. Balik ke KPK dulu itu (audit investigasi). KPK yang minta," kata Yudi di Gedung BPK RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).
Hingga kini BPK masih memeriksa Ahok sejak pukul 09.00 WIB. Ahok dimintai keterangan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, seluas 3,6 hektar.
Yudi mengatakan, Ahok masih menjalani proses klarifikasi. "Masih dalam proses. Masih proses klarifikasi," ujarnya.
Yudi tidak mengetahui apa saja yang ditanyakan kepada Ahok terkait kasus yang mengindikasikan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar itu. "Saya kontennya belum (tahu) karena itu sepenuhnya tim investigasi. Tidak ada tim lain," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)