Ilustrasi--Antara/M Agung Rajasa
Ilustrasi--Antara/M Agung Rajasa

Satu Anggota Geng Motor Jadi Tersangka Tewasnya Fatoni

Achmad Zulfikar Fazli • 15 Juli 2015 17:59
medcom.id, Jakarta: Polisi telah menetapkan anggota geng motor Anak Merdeka Kalisari (Amerika), Muhamad Levi alias Levi, 31, sebagai tersangka. Hal tersebut terkait tewasnya Mohamad Fatoni alias Apay, 20, di Kali Ciliwung, Kompleks Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
 
"Levi mengakui kalau melempari Fatoni dengan batu, saksi juga bilang Levi menimpuki Fatoni. Dia juga yang berteriak maling-maling sehingga membuat orang-orang ikut menimpuki," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2015).
 
Penetapan tersangka ini dilakukan atas fakta di lapangan bahwa Levi yang melempari Fatoni dengan batu, dan menjadi provokator yang berujung maut bagi Fatoni.

Selain Levi, polisi juga menangkap 15 rekan satu geng motor Levi. Mereka adalah Mega, Hendrik, Abdullah, Fikri, Firlian, Leonardi, Berdi, Rizki, Setiawan, Edi, Rianto, Ahmad Fauzi, Rizki, Bonaventura, dan Irfan. Namun, polisi belum menetapakan 15 orang tersebut sebagai tersangka.
 
"Kita masih perkembangan, kami sudah tetapkan baru satu orang si Levi. Karena yang lainnya belum ada yang mengaku ikut menimpukin" ujar dia.
 
Oleh karena itu, Krishna menegaskan akan mengotopsi jenazah Fatoni, untuk mengetahui penyebab dan jumlah pelaku yang menyebabkan Fatoni tewas.
 
"Kita akan otopsi, akan kita bongkar ulang kuburannya. Ini penting untuk menentukan bagaimana peran pelaku dan rekonstruksi juga penting untuk melihat bagaimana peran-peran pelaku," jelas dia.
 
Atas tindakannya ini, Levi dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 dan 3 tentang kekerasan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman 10 tahun penjara.
 
Seperti diketahui, Mohamad Fatoni alias Apay, 21, ditemukan tewas mengambang di Kali Ciliwung, Kompleks Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2015) pagi. Fatoni diduga tewas sejak pukul 04.00 dini hari, namun, baru bisa dievakuasi sekitar pukul 14.00 WIB.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>