medcom.id, Jakarta: Kawasan bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) tak hanya menjadi sarana olah raga warga Ibukota. Tak sedikit orang yang memiliki kreatifitas unjuk gigi di kawasan CFD yang digelar tiap Minggu pagi ini.
Salah satu yang menarik warga adalah atraksi manusia melayang yang hanya bertumpu pada sebuah tongkat. Manusia levitasi, begitu nama atraksi ini mengundang tanya berbagai orang yang lewat.
"Itu gimana bisa terbang gitu ya Pak? Ada magnetnya ya?," tanya seorang anak seraya memeriksa benda yang ada di bawah manusia levitasi, di lokasi CFD, Minggu (17/7/2016).
Yusuf, yang memperagakan atraksi levitasi itu menjawab dengan santai. "Ada ilmunya, ini pakai ilmu kudu, kudu belajar (harus belajar)," kata pria asal Malang tersebut.
Atraksi melayang Yusuf banyak diapresiasi warga dengan mengajaknya berfoto bersama. Tak hanya warga lokal yang sedang menikmati CFD, tetapi para warga negara asing yang kebetulan melintas juga tak sungkan untuk berfoto bersama Gatot Kaca terbang ini.
Bukan hanya manusia yang duduk melayang, arena CFD juga dijadikan oleh sebagian orang mengenalkan kesenian asli Indonesia. Salah satunya kesenian asli Jakarta Ondel-Ondel.
Bahkan bukan hanya satu kelompok kesenian Ondel-Ondel yang manggung di CFD. Pantauan Metrotvnews.com ada sekira tiga kelompok yang menampilkan kesenian dari budaya Betawi tersebut.
medcom.id, Jakarta: Kawasan bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) tak hanya menjadi sarana olah raga warga Ibukota. Tak sedikit orang yang memiliki kreatifitas unjuk gigi di kawasan CFD yang digelar tiap Minggu pagi ini.
Salah satu yang menarik warga adalah atraksi manusia melayang yang hanya bertumpu pada sebuah tongkat. Manusia levitasi, begitu nama atraksi ini mengundang tanya berbagai orang yang lewat.
"Itu gimana bisa terbang gitu ya Pak? Ada magnetnya ya?," tanya seorang anak seraya memeriksa benda yang ada di bawah manusia levitasi, di lokasi CFD, Minggu (17/7/2016).
Yusuf, yang memperagakan atraksi levitasi itu menjawab dengan santai. "Ada ilmunya, ini pakai ilmu kudu, kudu belajar (harus belajar)," kata pria asal Malang tersebut.
Atraksi melayang Yusuf banyak diapresiasi warga dengan mengajaknya berfoto bersama. Tak hanya warga lokal yang sedang menikmati CFD, tetapi para warga negara asing yang kebetulan melintas juga tak sungkan untuk berfoto bersama Gatot Kaca terbang ini.
Bukan hanya manusia yang duduk melayang, arena CFD juga dijadikan oleh sebagian orang mengenalkan kesenian asli Indonesia. Salah satunya kesenian asli Jakarta Ondel-Ondel.
Bahkan bukan hanya satu kelompok kesenian Ondel-Ondel yang manggung di CFD. Pantauan
Metrotvnews.com ada sekira tiga kelompok yang menampilkan kesenian dari budaya Betawi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)