Ketua Pesisir dalam Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Marco Kusumawijaya. Foto: MI/Angga Yuniar.
Ketua Pesisir dalam Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Marco Kusumawijaya. Foto: MI/Angga Yuniar.

Pesan Perpisahan Marco Usai Purnatugas di TGUPP

Nasional tim gubernur anies-sandi
Sri Yanti Nainggolan • 12 Desember 2019 07:26
Jakarta: Marco Kusumawijaya memberi kesan pesan selama menjadi Ketua Pesisir dalam Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Ia telah menyelesaikan tugasnya dalam waktu satu setengah tahun.
 
"Tugas Komite Pesisir telah selesai, saya non-aktif dari kegiatan di TGUPP untuk menuntaskan penulisan buku," ujar dia melalui pesan singkat, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Marco menegaskan, tugas pokok Komite Pesisir dalam menyiapkan langkah-langkah penghentian reklamasi, telah diselesaikan pada September 2018. Kemudian, tugas menyusun rencana wajah baru kawasan pesisir Jakarta tanpa reklamasi telah diselesaikan pada November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, simpul dia, seluruh tugas pokok Komite Pesisir untuk menyusun rencana kawasan pesisir Jakarta telah selesai. "Dan karena ada rencana menuntaskan penulisan buku, maka disepakati untuk saya non aktif dari kegiatan di TGUPP per 1 Desember 2019," tambah dia.
 
Ia juga mengungkapkan, program yang masih berjalan yakni perbaikan kampung di kawasan pesisir, telah berlangsung di jalan yang benar. Semua program itu, menurut dia, berkat kolaborasi di dalam dan di luar pemerintahan.
 
"Tentu saja belum semua janji tertunaikan tuntas, tapi insyaallah sudah berlangsung di jalan dan menuju ke arah yang benar, dan akan tunai tuntas pada waktunya," urai Mrco mengutipucapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
 
Terkait kegiatan terkini, pengamat perkotaan tersebut tengah menulis kota-kota di Indonesia dan hubungannya dengan alam sebenarnya. Buku tersebut mulai ia tulis sejak tujuh tahun lalu. Namun tertunda lebih dari dua tahun. Alasannya, ia terjun ke dunia politik praktis.
 
"Demi menghentikan penggusuran paksa dan reklamasi yang mencapai puncak brutalnya pada tahun 2016," pungkas dia.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif