Petugas PPSU merawat Taman Papyrus di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019. Foto: MI/Bary Fathahilah
Petugas PPSU merawat Taman Papyrus di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019. Foto: MI/Bary Fathahilah

Metamorfosis Taman Maju Bersama Anies Tak Signifikan

Nasional Taman Maju Bersama
Sri Yanti Nainggolan • 16 Oktober 2019 16:36
Jakarta: Perubahan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) menjadi taman maju bersama (TMB) di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tak signifikan. Konsep RPTRA era Gubernur Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dianggap lebih memenuhi fungsi sosial.
 
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyebut konsep RPTRA ala Ahok sudah bagus dengan fokus pembangunan pada permukiman padat penduduk. RPTRA menjadi ruang berinteraksi sosial dan aktivitas anak.
 
"Harusnya program ini diteruskan dan dikembangkan lagi. Tak perlu ganti program lain seperti TMB," kata Nirwono kepada Medcom.id, Rabu, 16 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara fisik, tambah dia, tak ada perbedaan menonjol dengan bentuk taman kota yang sudah ada. Bila untuk kepentingan komunitas, taman itu seharusnya dibangun sejak dulu.
 
Di sisi lain, TMB yang dibangun Anies berasal dari lahan yang dibebaskan pada masa Ahok yang tak sempat dijadikan taman hingga akhir kepemimpinan. TMB juga merupakan hasil revitalisasi dari taman tak terawat.
 
"Jadi sebenarnya tidak banyak yang baru dalam penambahan luas ruang terbuka hijau juga," pungkas dia.
 
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan membangun 53 TMB pada 2019. Namun, hingga awal Oktober 2019, baru 30 TMB yang terealisasi.
 
Dinas Kehutanan DKI Jakarta menyebut perbedaan TMB dan RPTRA terletak pada target pemakai taman ini. TMB disediakan untuk seluruh masyarakat tidak membatasi umur, gender, atau fungsi sepeti RPTRA yang dikhususkan sebagai ruang bermain anak-anak.
 
Kelebihan TMB lainnya yakni lebih luas sehingga warga bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat lainnya sekaligus mengedukasi anak-anak. TMB punya area mencapai 3,6 hektare, sedangkan RPTRA hanya 1.000 meter persegi.
 
Antara TMB satu dan lainnya juga memiliki fasilitas berbeda. Hal ini diberikan untuk membuat masing-masing TMB unik. Konsep ini membuat proses pengerjaan TMB memakan waktu lebih lama ketimbang RPTRA.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif