medcom.id, Jakarta: Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Ibu Kota tidak mencapai target. Dari 63 RPTRA yang ditargetkan pada 2015, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mampu membangun 11 RPTRA.
"Target ini (2015) kan molor satu bulan, dua bulan, biasalah kalau proyek. Nantinya Januari-Februari yang banyak (diresmikan)," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai meresmikan RPTRA Intiland Teduh, Jalan Karet Pasar Baru I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).
RPTRA Intiland Teduh merupakan RPTRA ke-11 dan terakhir yang diresmikan tahun ini. "Ya. Yang lain Januari-Februari baru nyusul," ujarnya.
Ahok menjelaskan, kendala utama pembangunan RPTRA adalah pembebasan lahan yang memerlukan proses yang cukup lama.
"Banyak tanah yang diduduki orang, disewakan, dibuat rumah, ruko, parkiran, toko. Ini yang jadi masalah utama. Semua harus duduk bareng, negosiasi berkali-kali. Ini yang lama,” ujarnya.
medcom.id, Jakarta: Pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Ibu Kota tidak mencapai target. Dari 63 RPTRA yang ditargetkan pada 2015, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya mampu membangun 11 RPTRA.
"Target ini (2015) kan molor satu bulan, dua bulan, biasalah kalau proyek. Nantinya Januari-Februari yang banyak (diresmikan)," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai meresmikan RPTRA Intiland Teduh, Jalan Karet Pasar Baru I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).
RPTRA Intiland Teduh merupakan RPTRA ke-11 dan terakhir yang diresmikan tahun ini. "Ya. Yang lain Januari-Februari baru nyusul," ujarnya.
Ahok menjelaskan, kendala utama pembangunan RPTRA adalah pembebasan lahan yang memerlukan proses yang cukup lama.
"Banyak tanah yang diduduki orang, disewakan, dibuat rumah, ruko, parkiran, toko. Ini yang jadi masalah utama. Semua harus duduk bareng, negosiasi berkali-kali. Ini yang lama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)