Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna. (Foto: Antara/Ramdani).
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna. (Foto: Antara/Ramdani).

Pengamat: Mental Malas Bersaing Sebabkan Kemiskinan

Nur Azizah • 22 Desember 2016 05:13
medcom.id, Jakarta: Kemiskinan menjadi salah satu masalah yang jadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Sejumlah program untuk membantu rakyat miskin pun dilakukan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), subsidi beras miskin hingga subsidi rumah susun.
 
Sayangnya, masih ada orang menyalahgunakan program tersebut. Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna mengatakan, banyak warga pura-pura menjadi miskin untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.
 
"Orang luar negeri itu mendapat bantuan pada malu. Tidak kalau di Indonesia. Mereka malah pada ngaku miskin," kata Yayat kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Ia mengatakan, orang-orang yang mengaku miskin lantaran malas bekerja dan enggan bersaing. Mereka lebih nyaman mendapatkan bantuan dari negara.
 
"Mental dan karakternya yang membuat mereka miskin. Malas usaha dan tidak tahan banting," ujarnya.
 
Yayat menyampaikan, pemerintah harus membuat masyarakat mandiri. Caranya, lanjut dia, dengan membuka pelatihan keterampilan.
 
"Kalau terus-terusan dikasih bisa membuat mereka manja. Harus ada program yang membuat mereka mandiri," tegasnya.
 
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kemiskinan di Ibu Kota meningkat. Pada September 2015 angka kemiskinan 3,61 persen atau 368,67 ribu jiwa. Angka tersebut naik di bulan Maret 2016 menjadi 3,75 persen atau sebanyak 384,30 ribu jiwa.
 
Sementara itu, Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengklaim angka kemiskinan di Jakarta menurun menjadi 3,6 persen. Keberhasilan itu dikarenakan subsidi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta di beberapa bidang.
 
Seperti subsidi TransJakarta untuk penerima KJP, lansia dan warga miskin, sekolah gratis serta sembako murah untuk warga miskin.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HUS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>