medcom.id, Jakarta: Di suatu tempat di bantaran Sungai Ciliwung, ada sebuah kampung yang kerap dilanda banjir. Tapi warga yang tinggal di kampung ini acap kalah pamor jika dibanding daerah lain, seperti Kampung Pulo misalnya.
Kampung Tanjung Lengkong namanya. Perkampungan ini berjarak tak sampai 2 kilometer dari kantor Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Tak berbeda dengan Kampung Pulo, Tanjung Lengkong juga dikepung Sungai Ciliwung.
"Kadang-kadang kita iri sama Kampung Pulo, sama-sama banjir, tapi lebih disorot di sana," kata salah seorang warga di RT14/RW07, Siti kepada Metrotvnews.com, Senin 27 Februari 2017.
Baca: Warga Tanjung Lengkong Bersedia Direlokasi dengan Syarat
Saat Cipinang Melayu banjir hingga sekitar 2 meter pada Selasa 21 Februari, kediaman Siti lebih dulu diterjang air kiriman dengan ketinggian yang hampir sama pada Kamis 16 Februari.
"Habis Pilkada, warga di sini kebanjiran sampai lantai dua," kata Siti yang sudah tinggal di Kampung Tanjung Lengkong selama 32 tahun.
Setiap kali hujan lebat di hulu Ciliwung, Siti dan warga setempat kena getahnya. Namun jika hujan hanya turun di Jakarta, warga tidak khawatir karena air kerap tertampung di Ciliwung.
"Kalau hujan lebat di Bogor atau Depok kayak hari ini saja, kita kena banjir sampai sedengkul," kata warga RT05/RW07, Nur.
Baca: Kali tanpa Turap bakal Dikeruk
Wajar mereka bernasib seperti ini. Bibir sungai hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari permukaan air bila musim hujan tiba. Mereka pun berharap normalisasi segera dioptimalkan.
Mereka tidak ingin lagi terkepung banjir. Mereka tak ingin lagi terus mengungsi. Mereka tak ingin lagi ayam ternaknya mati.
"Minimal sih Ciliwung itu dikeruk, karena kita tahu sekarang itu masih dangkal. Masa kita kena banjir terus," sela Atun, warga yang juga tinggal di Kampung Lengkong sejak kecil.
Baca: 2017, Normalisasi Ciliwung Fokus di Kalibata-Manggarai
medcom.id, Jakarta: Di suatu tempat di bantaran Sungai Ciliwung, ada sebuah kampung yang kerap dilanda banjir. Tapi warga yang tinggal di kampung ini acap kalah pamor jika dibanding daerah lain, seperti Kampung Pulo misalnya.
Kampung Tanjung Lengkong namanya. Perkampungan ini berjarak tak sampai 2 kilometer dari kantor Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Tak berbeda dengan Kampung Pulo, Tanjung Lengkong juga dikepung Sungai Ciliwung.
"Kadang-kadang kita iri sama Kampung Pulo, sama-sama banjir, tapi lebih disorot di sana," kata salah seorang warga di RT14/RW07, Siti kepada
Metrotvnews.com, Senin 27 Februari 2017.
Baca:
Warga Tanjung Lengkong Bersedia Direlokasi dengan Syarat
Saat Cipinang Melayu banjir hingga sekitar 2 meter pada Selasa 21 Februari, kediaman Siti lebih dulu diterjang air kiriman dengan ketinggian yang hampir sama pada Kamis 16 Februari.
"Habis Pilkada, warga di sini kebanjiran sampai lantai dua," kata Siti yang sudah tinggal di Kampung Tanjung Lengkong selama 32 tahun.
Setiap kali hujan lebat di hulu Ciliwung, Siti dan warga setempat kena getahnya. Namun jika hujan hanya turun di Jakarta, warga tidak khawatir karena air kerap tertampung di Ciliwung.
"Kalau hujan lebat di Bogor atau Depok kayak hari ini saja, kita kena banjir sampai sedengkul," kata warga RT05/RW07, Nur.
Baca:
Kali tanpa Turap bakal Dikeruk
Wajar mereka bernasib seperti ini. Bibir sungai hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari permukaan air bila musim hujan tiba. Mereka pun berharap normalisasi segera dioptimalkan.
Mereka tidak ingin lagi terkepung banjir. Mereka tak ingin lagi terus mengungsi. Mereka tak ingin lagi ayam ternaknya mati.
"Minimal sih Ciliwung itu dikeruk, karena kita tahu sekarang itu masih dangkal. Masa kita kena banjir terus," sela Atun, warga yang juga tinggal di Kampung Lengkong sejak kecil.
Baca:
2017, Normalisasi Ciliwung Fokus di Kalibata-Manggarai Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)