Korban Pelecehan Seksual Perlu Pendampingan Orang Tua

Arisa Permata Siwi • 16 April 2014 02:22
medcom.id, Jakarta: Psikolog anak Sani Budiantini Hermawan menuturkan perlu adanya pendampingan dari pihak keluarga terdekat dalam kasus pelecehan seksual yang menimpa murid TK salah satu sekolah internasional oleh petugas kebersihan di sekolahnya. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan psikis korban.
 
Menurutnya, dari sisi psikologi, pendampingan itu mengacu pada peran orangtua sangatlah penting. Orang tua harus mampu membuka komunikasi yang lebih sering agar si anak bisa mencurahkan perasaannya.
 
"Diharapkan kembali emosi positifnya," kata Sani kepada Metrotvnews.com saat dihubungi via telepon di Jakarta, Selasa (15/4/2014) malam.

Orang tua, kata Sani, harus menjadi tempat pertama si anak bercerita soal apa yang terjadi. Selain komunikasi, menurut psikolog dari Universitas Indonesia ini, orang tua juga perlu memberikan pengetahuan mengenai bagian-bagian vital dari tubuh.
 
"Beri tahu anak, bagian-bagian mana yang tidak boleh disentuh orang secara sembarangan. Lalu, juga apa yang harus dilakukan mereka saat mendapatkan perlakuan demikian seperti berteriak," ujar Sani.
 
Tidak hanya itu, mengingatkan anak akan rasa malu juga sangatlah penting. Terutama saat si anak berada di ruang terbuka.
 
"Tidak boleh buka baju dan buang air kecil sembarangan. Norma-norma demikian penting agar terhindar dari perilaku kejahatan seksual pada anak," tuturnya.
 
Sebelumnya, AK, salah satu murid TK bertaraf internasional itu mengalami pelecehan seksual oleh tiga penjaga toilet, yakni AI, VA dan AF yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. AI dan VA ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta untuk diproses lebih lanjut, sedangkan untuk pelaku AF tidak ditahan karena bukti belum kuat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>