medcom.id, Jakarta: JAH, pembunuh Sri Wahyuni, 42, ditangkap di Nabire, Papua, Jumat, 21 November siang. Sebelum diringkus Polres Bandara Soekarno-Hatta di Nabire, JAH ternyata sempat berpindah-pindah kota.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar CH Pattopoi, mengungkapkan JAH tidak langsung melakukan penerbangan ke Nabire saat melarikan diri.
"Jadi hari Sabtu (15/11/2014) itu dia pergi ke Denpasar dulu. Setelah dari Denpasar, dia ke Makassar, Sulawesi Selatan," kata Pattopoi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (22/11/2014).
Menurut dia, dari Makassar, JAH kabur lagi ke Jayapura, Papua. Dia menginap di sana selama satu hari. "Setelah dari Papua, barulah dia ke Nabire, ke rumah istrinya," jelasnya.
Pattopoi mengatakan JAH ke Jakarta karena merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik bagi keluarga. "Dia tinggalkan istrinya di Nabire selama dua tahun. Di Jakarta dia kerja di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dan tinggal di rumah kos di sana (Kemang)," beber dia.
medcom.id, Jakarta: JAH, pembunuh Sri Wahyuni, 42, ditangkap di Nabire, Papua, Jumat, 21 November siang. Sebelum diringkus Polres Bandara Soekarno-Hatta di Nabire, JAH ternyata sempat berpindah-pindah kota.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar CH Pattopoi, mengungkapkan JAH tidak langsung melakukan penerbangan ke Nabire saat melarikan diri.
"Jadi hari Sabtu (15/11/2014) itu dia pergi ke Denpasar dulu. Setelah dari Denpasar, dia ke Makassar, Sulawesi Selatan," kata Pattopoi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (22/11/2014).
Menurut dia, dari Makassar, JAH kabur lagi ke Jayapura, Papua. Dia menginap di sana selama satu hari. "Setelah dari Papua, barulah dia ke Nabire, ke rumah istrinya," jelasnya.
Pattopoi mengatakan JAH ke Jakarta karena merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik bagi keluarga. "Dia tinggalkan istrinya di Nabire selama dua tahun. Di Jakarta dia kerja di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dan tinggal di rumah kos di sana (Kemang)," beber dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)