medcom.id, Jakarta: Banyak lahan di DKI Jakarta milik negara diduduki warga. `Kejahatan` ini jamak dan sudah terjadi sejak puluhan tahun.
Lantas apa alasannya warga menduduki lahan negera?
Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Penataan Ruang Dinas Penataan Kota DKI Jakarta Gentur Wisnubaroto menuturkan, asal mula lahan negara diduduki warga. Salah satunya, urbanisasi yang puncaknya terjadi saat negara dilanda krisis moneter pada 1998.
Kesulitan ekonomi mengakibatkan banyak pendatang sulit mendapatkan hunian secara legal. Akhirnya, mereka menempati lahan seadanya.
"Saat itu banyak orang homeless, tidak punya tanah, pekerjaan, kemudian menempati sembarang tempat. Itu salah satu permasalahan dihadapi Pemda kenapa daerah hijau diduduki hunian liar," kata Wisnubaroto kepada Metrotvnews.com di Kantor Dinas Penataan Kota DKI Jakarta, Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).
Kemudian, lanjut Wisnubaroto, pemerintah juga gagal menyediakan hunian. "Kedua, (kurangnya) penyediaan rumah tinggal oleh Pemda," kata dia.
Mantan Kasudin Tata Ruang Jakarta Selatan itu menilai, solusi pembangunan rusun yang dibuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah tepat. Warga yang menempati lahan negara bisa dialihkan ke rusun.
"Kalau sekarang kan Pak Gubernur aktif bangun rusun, kalau dulu kurang gesit," pungkas dia.
Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Penataan Ruang Dinas Penataan Kota DKI Jakarta Gentur Wisnubaroto menunjukkan kawasan Kalijodo yang semestinya jadi kawasan hijau. Foto: MTVN/Intan Fauzi
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertekad menggusur kawasan prostitusi Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara. Ahok, sapaan Basuki, mengaku punya beberapa alasan buat meratakan daerah tersebut.
Selain untuk memberantas prostitusi, alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dijadikan permukiman. Wacana penggusuran Kalijodo mencuat pekan ini. Pemicunya, insiden Toyota Fortuner yang menabrak motor dan menewaskan empat orang.
Hasil penyelidikan, Riki sang pengendara Fortuner, mengantuk setelah pesta minum bir di Kawasan Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat pada perayaan Imlek 2567, 8 Februari.
medcom.id, Jakarta: Banyak lahan di DKI Jakarta milik negara diduduki warga. `Kejahatan` ini jamak dan sudah terjadi sejak puluhan tahun.
Lantas apa alasannya warga menduduki lahan negera?
Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Penataan Ruang Dinas Penataan Kota DKI Jakarta Gentur Wisnubaroto menuturkan, asal mula lahan negara diduduki warga. Salah satunya, urbanisasi yang puncaknya terjadi saat negara dilanda krisis moneter pada 1998.
Kesulitan ekonomi mengakibatkan banyak pendatang sulit mendapatkan hunian secara legal. Akhirnya, mereka menempati lahan seadanya.
"Saat itu banyak orang homeless, tidak punya tanah, pekerjaan, kemudian menempati sembarang tempat. Itu salah satu permasalahan dihadapi Pemda kenapa daerah hijau diduduki hunian liar," kata Wisnubaroto kepada
Metrotvnews.com di Kantor Dinas Penataan Kota DKI Jakarta, Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).
Kemudian, lanjut Wisnubaroto, pemerintah juga gagal menyediakan hunian. "Kedua, (kurangnya) penyediaan rumah tinggal oleh Pemda," kata dia.
Mantan Kasudin Tata Ruang Jakarta Selatan itu menilai, solusi pembangunan rusun yang dibuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah tepat. Warga yang menempati lahan negara bisa dialihkan ke rusun.
"Kalau sekarang kan Pak Gubernur aktif bangun rusun, kalau dulu kurang gesit," pungkas dia.
Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Penataan Ruang Dinas Penataan Kota DKI Jakarta Gentur Wisnubaroto menunjukkan kawasan Kalijodo yang semestinya jadi kawasan hijau. Foto: MTVN/Intan Fauzi
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertekad menggusur kawasan prostitusi Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara. Ahok, sapaan Basuki, mengaku punya beberapa alasan buat meratakan daerah tersebut.
Selain untuk memberantas prostitusi, alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dijadikan permukiman. Wacana penggusuran Kalijodo mencuat pekan ini. Pemicunya, insiden Toyota Fortuner yang menabrak motor dan menewaskan empat orang.
Hasil penyelidikan, Riki sang pengendara Fortuner, mengantuk setelah pesta minum bir di Kawasan Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat pada perayaan Imlek 2567, 8 Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)