medcom.id Jakarta: Razman Arif Nasution, kuasa hukum warga Kalijodo, menyesalkan sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara yang melayangkan surat peringatan (SP) I kepada warga Kalijodo. Razman menyebut, warga tak habis pikir dengan langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggusur Kalijodo.
Razman mengaku heran dengan logika lelaki yang akrab disapa Ahok itu. Sebab, Ahok mengumpamakan penggusuran Kalijodo dengan kehilangan ponsel.
"Saya enggak habis pikir logikanya di mana," kata Razman di kawasan, Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016).
Tak hanya kepada Ahok, Razman menyebut, warga juga kecewa kepada TNI-Polri yang ikut menjadi bagian kepentingan Ahok. Sebab, aparat mendukung dalam penggusuran Kalijodo.
Kekecawaan tersebut, kata Razman, mengemuka dalam pertemuan dengan Abdul Aziz alias Daeng Aziz, Leonard Eko Wahyu Widiatmoko, terkait penggusuran.
Warga pun, kata dia, berharap, Ahok mencontek Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Khofifah datang meninjau warga Kalijodo, Rabu 17 Februari, kemarin.
"Ibu Khofifah datang ke sini, Ahok enggak," sebut Razman.
Wacana penggusuran Kalijodo sebenarnya sudah mengemuka sejak 2012. Saat itu, Ahok masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kawasan di Utara Jakarta ini masuk dalam jalur hijau. Lokasi berada di bantaran kali.
Lama digagas, penggusuran belum juga digas. Momentum penggusuran muncul usai insiden tabrakan di awal pekan lalu tepat di perayaan Imlek 2567. Saat itu, mobil Riki menabrak sepeda motor dan membikin pengendara motor tewas.
Ahok berang. Musababnya, Riki ketahuan mengantuk usai bertamasya hiburan malam di Kalijodo. Sepekan kemudian, Ahok langsung ambil tindakan.
Baru pagi tadi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara menyebarkan SP1 penggusuran Kalijodo. Warga diberi tenggat 11 hari buat segera mengosongkan kawasan yang masuk daftar lahan hijau itu.
Nantinya, kawasan Kalijodo bakal disulap buat menjadi ruang terbuka hijau. Langkah ini diambil
lantaran Ahok ingin mengentaskan daerah kumuh dan memberikan tempat yang layak buat warga Ibu Kota.
medcom.id Jakarta: Razman Arif Nasution, kuasa hukum warga Kalijodo, menyesalkan sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara yang melayangkan surat peringatan (SP) I kepada warga Kalijodo. Razman menyebut, warga tak habis pikir dengan langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggusur Kalijodo.
Razman mengaku heran dengan logika lelaki yang akrab disapa Ahok itu. Sebab, Ahok mengumpamakan penggusuran Kalijodo dengan kehilangan ponsel.
"Saya enggak habis pikir logikanya di mana," kata Razman di kawasan, Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016).
Tak hanya kepada Ahok, Razman menyebut, warga juga kecewa kepada TNI-Polri yang ikut menjadi bagian kepentingan Ahok. Sebab, aparat mendukung dalam penggusuran Kalijodo.
Kekecawaan tersebut, kata Razman, mengemuka dalam pertemuan dengan Abdul Aziz alias Daeng Aziz, Leonard Eko Wahyu Widiatmoko, terkait penggusuran.
Warga pun, kata dia, berharap, Ahok mencontek Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Khofifah datang meninjau warga Kalijodo, Rabu 17 Februari, kemarin.
"Ibu Khofifah datang ke sini, Ahok enggak," sebut Razman.
Wacana penggusuran Kalijodo sebenarnya sudah mengemuka sejak 2012. Saat itu, Ahok masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kawasan di Utara Jakarta ini masuk dalam jalur hijau. Lokasi berada di bantaran kali.
Lama digagas, penggusuran belum juga digas. Momentum penggusuran muncul usai insiden tabrakan di awal pekan lalu tepat di perayaan Imlek 2567. Saat itu, mobil Riki menabrak sepeda motor dan membikin pengendara motor tewas.
Ahok berang. Musababnya, Riki ketahuan mengantuk usai bertamasya hiburan malam di Kalijodo. Sepekan kemudian, Ahok langsung ambil tindakan.
Baru pagi tadi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara menyebarkan SP1 penggusuran Kalijodo. Warga diberi tenggat 11 hari buat segera mengosongkan kawasan yang masuk daftar lahan hijau itu.
Nantinya, kawasan Kalijodo bakal disulap buat menjadi ruang terbuka hijau. Langkah ini diambil
lantaran Ahok ingin mengentaskan daerah kumuh dan memberikan tempat yang layak buat warga Ibu Kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)