medcom.id, Jakarta: Leonard Eko Wahyu, 38, warga Kalijodo, Jakarta Utara, kaget saat ratusan aparat mendatangi tempat tinggalnya, Minggu 14 Februari. Warga menduga ratusan aparat datang lantaran adanya teror dari kelompok ISIS.
"Streslah, saya pikir ada ISIS teror di situ. Aparat bawa senjata lengkap," kata Leo di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).
Leo menyebut, kunjungan Walkot Jakut ke bukanlah sosialisasi. Pasalnya, RT setempat tidak diberitahu akan ada kunjungan mendadak.
Bahkan, sambung dia, sosialisasi tak seperti sosialisasi pada umumnya. Dia menyayangkan sosialisasi menyertakan aparat gabungan bersenjata lengkap.
"Seharusnya kan menghubungi RT dulu, ini enggak ada koordinasi. 250 aparat enggak ada yang koordinasi. Harusnya kan duduk bersama dulu, ngobrol, baru bergerak. Ini belum pernah ngobrol bahkan sosialisasi pun enggak," ucapnya.
Walkot Jakut mengabarkan rencana Pemprov DKI untuk menertibkan permukiman di Kalijodo. Rustam mengatakan, sosialisasi dihadiri seluruh ketua RT 001, 003, 004, 005, RW 5, dan sejumlah warga Kalijodo. Rustam datang bersama lurah, camat, TNI dan sejumlah aparat kepolisian setempat.
Selain sosialisasi, ia juga menawarkan kepada warga yang tak punya KTP untuk pulang ke kampung. Rustam mengaku, sosialisasi yang digelar pagi tadi berjalan kondusif. Pihaknya akan menunggu respon dari warga terkait penertiban Kalijodo.
Dia menambahkan, jika dalam waktu tiga hari belum ada respon pihaknya akan memberikan penjelasan secara lisan.
Hari ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama polisi dan pihak terkait di Mapolda Metro Jaya. Rakor ini akan membahas rencana penggusuran kawasan Kalijodo.
Rencananya, Pemprov DKI Jakarta berencana mengubah kawasan Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau. Namun rencana tersebut ditentang sejumlah warga. Warga mengatakan bakal mengerahkan preman untuk melawan usaha penertiban tersebut.
medcom.id, Jakarta: Leonard Eko Wahyu, 38, warga Kalijodo, Jakarta Utara, kaget saat ratusan aparat mendatangi tempat tinggalnya, Minggu 14 Februari. Warga menduga ratusan aparat datang lantaran adanya teror dari kelompok ISIS.
"Streslah, saya pikir ada ISIS teror di situ. Aparat bawa senjata lengkap," kata Leo di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).
Leo menyebut, kunjungan Walkot Jakut ke bukanlah sosialisasi. Pasalnya, RT setempat tidak diberitahu akan ada kunjungan mendadak.
Bahkan, sambung dia, sosialisasi tak seperti sosialisasi pada umumnya. Dia menyayangkan sosialisasi menyertakan aparat gabungan bersenjata lengkap.
"Seharusnya kan menghubungi RT dulu, ini enggak ada koordinasi. 250 aparat enggak ada yang koordinasi. Harusnya kan duduk bersama dulu, ngobrol, baru bergerak. Ini belum pernah ngobrol bahkan sosialisasi pun enggak," ucapnya.
Walkot Jakut mengabarkan rencana Pemprov DKI untuk menertibkan permukiman di Kalijodo. Rustam mengatakan, sosialisasi dihadiri seluruh ketua RT 001, 003, 004, 005, RW 5, dan sejumlah warga Kalijodo. Rustam datang bersama lurah, camat, TNI dan sejumlah aparat kepolisian setempat.
Selain sosialisasi, ia juga menawarkan kepada warga yang tak punya KTP untuk pulang ke kampung. Rustam mengaku, sosialisasi yang digelar pagi tadi berjalan kondusif. Pihaknya akan menunggu respon dari warga terkait penertiban Kalijodo.
Dia menambahkan, jika dalam waktu tiga hari belum ada respon pihaknya akan memberikan penjelasan secara lisan.
Hari ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama polisi dan pihak terkait di Mapolda Metro Jaya. Rakor ini akan membahas rencana penggusuran kawasan Kalijodo.
Rencananya, Pemprov DKI Jakarta berencana mengubah kawasan Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau. Namun rencana tersebut ditentang sejumlah warga. Warga mengatakan bakal mengerahkan preman untuk melawan usaha penertiban tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)