medcom.id Jakarta: Sopir angkutan umum menyambut penurunan harga bahan bakar minyak bersubdisi dengan kekhawatiran. Sebab, stakeholder berencana menurunkan tarif angkutan umum.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan Organisasi Angkutan Darat DKI, Dewan Transportasi Kota Jakarta, Biro Perekonomian DKI, dan Biro Hukum DKI, sudah sepakat menurunkan tarif angkutan umum.
Andri berharap peraturan gubernur soal penurunan tarif angkutan umum keluar hari ini, sehingga mulai besok tarif turun antara Rp300 hingga Rp500.
Kesepakatan tersebut ternyata membuat resah sopir angkutan umum. Wawan, 47, pengemudi angkutan umum jurusan Kebayoran Lama-Pasar Jumat, khawatir penurunan tarif tidak akan diikuti penurunan setoran ke pemilik mobil.
"Kalau tidak turun, kami susah juga," kata Wawan kepada Metrotvnews.com, Senin (4/4/2016).
Menurut dia, bila tarif angkutan umum resmi turun, Organda akan menyampaikan surat edaran kepada seluruh pengusaha angkutan umum. Wawan mengatakan, hari ini tarif angkutan umum masih normal.
Maryoto, 40, sopir angkutan umum jurusan Lebak Bulus-Kebayoran, mengatakan, penurunan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian rumah tangganya. Sebab, kata dia, ongkos suku cadang mobil mahal.
Karena itu, ia berharap tarif angkutan umum tetap seperti saat ini meski harga bahan bakar bersubsidi turun. "Harga BBM turun tidak berpengaruh besar terhadap harga suku cadang," kata dia.
Maryoto mengeluh setoran ke pemilik angkutan akan tetap seperti saat ini meski tarif angkutan sudah turun. Dia mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo sudah berulang kali menurunkan harga bahan bakar, tetapi semuanya percuma kalau harga yang lain masih tetap.
"Itu yang menjadi alasan pemilik angkot tidak menurunkan setoran juga. Penurunan bahan bakar juga tidak begitu menguntungkan untuk kami," ujar Maryoto.
Pemerintahan Joko Widodo melakukan penyesuaian terhadap harga Premium dan Solar. Mulai 1 April, harga Premium turun dari Rp6.950 menjadi Rp6.450, sedangkan Solar dari Rp5.650 menjadi Rp5.150.
medcom.id Jakarta: Sopir angkutan umum menyambut penurunan harga bahan bakar minyak bersubdisi dengan kekhawatiran. Sebab, stakeholder berencana menurunkan tarif angkutan umum.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan Organisasi Angkutan Darat DKI, Dewan Transportasi Kota Jakarta, Biro Perekonomian DKI, dan Biro Hukum DKI, sudah sepakat menurunkan tarif angkutan umum.
Andri berharap peraturan gubernur soal penurunan tarif angkutan umum keluar hari ini, sehingga mulai besok tarif turun antara Rp300 hingga Rp500.
Kesepakatan tersebut ternyata membuat resah sopir angkutan umum. Wawan, 47, pengemudi angkutan umum jurusan Kebayoran Lama-Pasar Jumat, khawatir penurunan tarif tidak akan diikuti penurunan setoran ke pemilik mobil.
"Kalau tidak turun, kami susah juga," kata Wawan kepada
Metrotvnews.com, Senin (4/4/2016).
Menurut dia, bila tarif angkutan umum resmi turun, Organda akan menyampaikan surat edaran kepada seluruh pengusaha angkutan umum. Wawan mengatakan, hari ini tarif angkutan umum masih normal.
Maryoto, 40, sopir angkutan umum jurusan Lebak Bulus-Kebayoran, mengatakan, penurunan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian rumah tangganya. Sebab, kata dia, ongkos suku cadang mobil mahal.
Karena itu, ia berharap tarif angkutan umum tetap seperti saat ini meski harga bahan bakar bersubsidi turun. "Harga BBM turun tidak berpengaruh besar terhadap harga suku cadang," kata dia.
Maryoto mengeluh setoran ke pemilik angkutan akan tetap seperti saat ini meski tarif angkutan sudah turun. Dia mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo sudah berulang kali menurunkan harga bahan bakar, tetapi semuanya percuma kalau harga yang lain masih tetap.
"Itu yang menjadi alasan pemilik angkot tidak menurunkan setoran juga. Penurunan bahan bakar juga tidak begitu menguntungkan untuk kami," ujar Maryoto.
Pemerintahan Joko Widodo melakukan penyesuaian terhadap harga Premium dan Solar. Mulai 1 April, harga Premium turun dari Rp6.950 menjadi Rp6.450, sedangkan Solar dari Rp5.650 menjadi Rp5.150.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)