medcom.id, Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menduga korban pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS) lebih dari dua orang. Saksi mengaku melihat ada dua anak lainnya yang menjadi korban.
"Jadi secara pastinya belum bisa kami pastikan, yang jelas lebih dari dua, karena yang disaksikan oleh saksi yang baru ini ada dua korban lain," ujar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (24/4/2014).
Sejauh ini korban yang resmi melapor ke kepolisian baru satu orang korban. Dia adalah AK yang disodomi oleh Agun dan Awan pada Maret 2014 lalu di toilet JIS sekolahnya.
Oleh karena itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mengimbau kepada orang tua murid JIS, agar segera melapor apabila menemukan keanehan pada anak-anak mereka.
medcom.id, Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menduga korban pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS) lebih dari dua orang. Saksi mengaku melihat ada dua anak lainnya yang menjadi korban.
"Jadi secara pastinya belum bisa kami pastikan, yang jelas lebih dari dua, karena yang disaksikan oleh saksi yang baru ini ada dua korban lain," ujar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis (24/4/2014).
Sejauh ini korban yang resmi melapor ke kepolisian baru satu orang korban. Dia adalah AK yang disodomi oleh Agun dan Awan pada Maret 2014 lalu di toilet JIS sekolahnya.
Oleh karena itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mengimbau kepada orang tua murid JIS, agar segera melapor apabila menemukan keanehan pada anak-anak mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)