Pembangunan Plaza Selatan Monas di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Foto: MI/Pius Erlangga
Pembangunan Plaza Selatan Monas di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020. Foto: MI/Pius Erlangga

Komisi Pengarah Izinkan Formula E di Monas

Nasional Formula E
Cindy • 10 Februari 2020 14:05
Jakarta: Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga memastikan ajang formula E digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Itu berdasarkan keputusan Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka bernomor B-3KPPKMM/02/2020.
 
"Tadi saya baca surat keputusan dari Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno, bahwa Monas boleh digunakan," kata Pandapotan di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.
 
Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap harus berkoordinasi terkait desain sirkuit balapan mobil listrik ini. Pemprov DKI diminta menjaga keasrian dan keamanan daerah cagar budaya Monas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti semua dikonsultasikan dengan pengarahnya karena kebetulan nanti akan disesuaikan (sirkuit Formula E dengan kawasan Monas)," ucap Pandapotan.
 
Nantinya, kata dia, rute yang digunakan merupakan jalur yang dilalui mobil di Monas. Sirkuit Formula E bakal mulai dari pintu keluar barat Monas menuju Tugu Tani dan kembali ke Monas.
 
"Jalur yang dipakai jalur keras yang sudah ada conblock dan aspal," ujar Pandapotan.
 
DPRD DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait trek Formula E. Rapat dilangsungkan pekan depan.
 
Pandapotan berjanji akan mengawasi pelaksanaan Formula E. Dia yakin ajang balapan tersebut tak akan menganggu masyarakat dan keasrian Monas.
 
Komisi Pengarah Izinkan Formula E di Monas
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga. Foto: Medcom.id/Cindy
 
Sementara itu, dalam suratnya, Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka meminta Pemprov DKI Jakarta memperhatikan sejumlah hal dalam pelaksanaan Formula E.
Konstruksi lintasan, tribun penonton, dan fasilitas harus sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.
 
Jajaran Ibu Kota juga wajib menjaga keasrian, kelestarian vegetasi, dan kebersihan kawasan Medan Merdeka. Keamanan dan ketertiban juga harus diperhatikan. Instansi terkait juga wajib dilibatkan untuk menghindari perubahan fungsi, kerusakan lingkungan, dan cagar budaya.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif