Ilustrasi pejalan kaki. MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi pejalan kaki. MI/Bary Fathahilah

Cara Membudayakan Jalan Kaki

Nasional dki jakarta sepeda trotoar
Cindy • 27 Agustus 2020 14:10
Jakarta: Pengamat tata Kota, Nirwono Joga, membeberkan sejumlah cara mengubah budaya masyarakat pengguna kendaraan pribadi menjadi berjalan kaki. Salah satunya, menata permukiman dekat pusat kota.
 
"Semakin perumahan dekat pusat kota akan mendorong orang berjalan kaki karena lebih fleksibel," kata Nirwono dalam diskusi publik secara daring, Kamis, 27 Agustus 2020.
 
Pembangunan trotoar juga diperlukan demi mendorong masyarakat berjalan kaki. Masyarakat merasa lebih aman dan nyaman berada di trotoar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ketersedian ruang terbuka hijau (RTH) harus diperhatikan. Masyarakat butuh pengalaman baru dan penyegaran setiap melangkahkan kaki.
 
(Baca: Trotoar Habiskan Rp1,2 Triliun, Anies Ingin Warga Jalan Kaki)
 
"Istilahnya orang jalan capek bisa istirahat di taman. Kalau trotoarnya tidak teduh, panas, orang dari siang sampai sore tidak banyak menggunakan," ucap dia.
 
Nirwono menambahkan pola hidup hijau dan bertransportasi hijau perlu dijadikan budaya masyarakat. Yakni dengan mengutamakan jalan kaki maupun mengendarai sepeda.
 
"Masyarakat harus dipaksa berjalan kaki atau bersepeda dari rumah ke tempat-tempat kegiatan. Sehingga mereka ada olahraga ringan, jadi sehat dan bugar dan tidak mudah terpapar covid-19," ujar Nirwono.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif