ilustrasi utlitas semrawut. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
ilustrasi utlitas semrawut. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Kemenkominfo Berharap Tarif Sewa Ducting Terjangkau

Nasional utilitas jakarta semrawut
Medcom • 02 Desember 2019 14:00
Jakarta: Pemerintah daerah (Pemda) diingatkan tidak mengenakan tarif sewa yang terlalu tinggi terhadap penggunaan gorong-gorong utilitas (ducting). Tarif yang tinggi akan membebani perusahaan pelat merah.
 
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenenterian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail meminta pemda tidak mematok biaya sewa yang besar bagi perusahaan penyedia layanan publik.
 
“Harusnya Pemda memberikan harga sewa yang terjangkau, sehingga tidak membebankan masyarakat dan pelaku usaha. Jika sewa sarana utilitas yang dibuat terjangkau, pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan pajak diharapkan dapat dicapai,” kata Ismail, Senin 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ducting kebanyakan digunakan oleh perusahaan pelat merah baik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di antaranya, Telkom, PLN, PDAM, dan PGN, serta para pengguna yang masuk anggota Asosiasi Penyelanggara Telekomunikasi (Apjatel) maupun operator seluler.
 
Di Jakarta, penetapan tarif sewa yang tinggi karena adanya hak eksklusif dari Pemprov DKI kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (JakPro) dan PT Sarana Jaya. Melalui Pergub DKI 06 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Infrastrktur Jaringan Utilitas, jaringan utilitas yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta dibangun melalui BUMD.
 
Setelah jaringan utilitas dibangun, semua operator wajib menyewa kepada BUMD tersebut.
Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah getol menyosialisasikan pembangunan ducting. Hal tersebut dilakukan setelah melakukan pemotongan kabel utilitas di ibu kota dengan tujuan merapikan.
 
Antusiasme para pemangku kepentingan tersebut yang semula mendukung pun menjadi lenyap setelah melihat rencana biaya sewa yang terlalu mahal.
 
Dalam dokumen yang dikeluarkan Sarana Jaya disebutkan, mekanisme bisnis yang akan ditawarkan untuk sewa sarana utilitas ducting kepada operator, yaitu sekali pembayaran (one time charge).
 
Harga sewa untuk ducting terpadu Sarana Jaya dengan kondisi trotoar telah direvitalisasi dengan pembuatan manhole per 200 meter dan end-hole per 100 meter dipatok Rp700 ribu per meter untuk setiap oprator per satu ruas jalan.
 
Sedangkan untuk trotoar belum direvitalisasi dengan manhole per 200 m dan tanpa pembuatan end-hole per 100 meter dipatok Rp 600 ribu per meter bagi setiap operator per satu ruas jalan.
Sementara itu, JakPro menawarkan harga sewa tarif kabel Rp70 ribu per meter setiap tahun untuk per satu ruas jalan di Jakarta.
 
Menurut Ismail saat ini terjadi pola pikir yang keliru pada pemda mengenai infrastruktur telekomunikasi. Pemda cenderung menjadikan infrastruktur telekomunikasi sebagai lumbung pendapatan asli daerah (PAD) dengan membebankan retribusi yang memberatkan kepada perusahaan.
 
Padahal, kata Ismail, sektor telekomunikasi dan penyedia layanan kepada masyarakat seharusnya tidak dibebani pajak dan tarif sewa yang tinggi. Karena, pendapatan yang diberikan oleh sektor lain dengan hadirinya infrastruktur telekomunasi akan lebih besar dari sekadar retribusi.
 
Ismail khawatir jika seluruh pemda menerapkan retribusi, atau sewa yang tinggi kepada operator telekomunikasi, rencana pemerintah untuk menggulirkan program kota pintar (smart city) dan internet (broadband) yang terjangkau bagi masyarakat akan terhambat.
 
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi sependapat, harga sewa yang diberikan Pemprov DKI melalui Sarana Jaya dan JakPro terbilang mahal.
 
“Jika harga terlalu mahal akan memberatkan perusahaan dan ujung-ujungnya akan dibebankan kepada masyarakat. Namun, jika terlalu murah, Pemprov juga tidak memiliki kemampuan untuk perawatan dan pengembangan duct di tempat lain dan ke depan,” ujar Heru.

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif