medcom.id, Jakarta: Pihak Jakarta International School (JIS) membantah adanya campur tangan tiga kedutaan besar dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak beberapa waktu lalu. Menurut kabar yang beredar, pihak JIS melibatkan Kedutaan Australia, Amerika dan Inggris.
"Kami tidak melibatkan ketiga kedutaan," kata Kepala Sekolah JIS, Timothy Carr, di JIS, Jalan Terogong Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014).
Menurut Carr, pengusutan kasus sodomi yang menimpa anak didiknya, AK (5) oleh penjaga toilet sekolah hanya dikoordinasikan dengan Kemendikbud. Pernyataan ini berbeda dengan apa yang disampaikan pihak JIS dalam pertemuan Senin (21/4/2014) lalu.
"Kami langsung berkoodinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berkomunikasi dengan mereka," tegas Carr.
Dalam pernyataannya, Carr mengatakan dirinya telah menemui Kemendikbud hari ini, Selasa (22/4/2014). Namun, pertemuan hanya membicarakan kerjasama dan pemenuhan standar yang harus dilengkapi JIS.
Seperti diketahui, surat penutupan TK JIS dilayangkan siang tadi. JIS masih mengupayakan agar TK-nya tidak ditutup. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menganggap penutupan TK JIS tidak akan efektif. JIS, menurut Arist lebih baik diberi sanksi pidana.
"Kalau cuma menutup pendirian dan penyelenggaraan kegiatan PAUD, suatu saat JIS bisa kembaliu mengurusnya," ungkap Arist.
medcom.id, Jakarta: Pihak Jakarta International School (JIS) membantah adanya campur tangan tiga kedutaan besar dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak beberapa waktu lalu. Menurut kabar yang beredar, pihak JIS melibatkan Kedutaan Australia, Amerika dan Inggris.
"Kami tidak melibatkan ketiga kedutaan," kata Kepala Sekolah JIS, Timothy Carr, di JIS, Jalan Terogong Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014).
Menurut Carr, pengusutan kasus sodomi yang menimpa anak didiknya, AK (5) oleh penjaga toilet sekolah hanya dikoordinasikan dengan Kemendikbud. Pernyataan ini berbeda dengan apa yang disampaikan pihak JIS dalam pertemuan Senin (21/4/2014) lalu.
"Kami langsung berkoodinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berkomunikasi dengan mereka," tegas Carr.
Dalam pernyataannya, Carr mengatakan dirinya telah menemui Kemendikbud hari ini, Selasa (22/4/2014). Namun, pertemuan hanya membicarakan kerjasama dan pemenuhan standar yang harus dilengkapi JIS.
Seperti diketahui, surat penutupan TK JIS dilayangkan siang tadi. JIS masih mengupayakan agar TK-nya tidak ditutup. Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menganggap penutupan TK JIS tidak akan efektif. JIS, menurut Arist lebih baik diberi sanksi pidana.
"Kalau cuma menutup pendirian dan penyelenggaraan kegiatan PAUD, suatu saat JIS bisa kembaliu mengurusnya," ungkap Arist.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)