Sekolah di Jakarta Timur rusak parah. Foto: MI/Arya Manggala.
Sekolah di Jakarta Timur rusak parah. Foto: MI/Arya Manggala.

Renovasi Sekolah DKI Usung Tema Pelangi

Nasional pemprov dki sekolah rusak
Theofilus Ifan Sucipto • 08 Maret 2019 16:24
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal terus merenovasi sekolah-sekolah yang sudah tidak layak. Tahun ini ditargetkan 147 sekolah direnovasi.
 
"Tahun ini ada 147 (sekolah), lebih banyak lagi (dari 2018)," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono di SDN Pondok Labu 01 Pagi, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Dia menyebut sekolah yang bakal direnovasi tahun ini bakal lebih baik lagi dari sekolah-sekolah yang sudah direnovasi pada 2018. Pihaknya berencana menghadirkan kesan warna-warni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harus lebih menyenangkan, tidak membosankan. Mungkin warna-warninya akan kita sempurnakan," ujarnya.
 
Hari ini, Jumat, 8 Maret 2019 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan 94 sekolah di Jakarta. Sekolah-sekolah itu telah selesai direnovasi. Salah satunya SDN Pondok Labu 01 Pagi, Jakarta Selatan.
 
(Baca juga:DKI Bangun Sekolah Berornamen Betawi)
 
Ke-94 sekolah itu tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Dengan rincian 71 SD, 16 SMP, satu SMA, satu SMK, lima Sekolah Luar Biasa (SLB). Anies turut meresmikan satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dua asrama, dan satu kantor Dinas Pendidikan yang sudah direnovasi.
 
Biaya pembangunan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2018 sebesar Rp2 triliun. Dia berharap fasilitas baru ini bisa menghasilkan kegiatan belajar mengajar yang lebih berkualitas.
 
"Semua pihak yang memakai sekolah ini, manfaatkan kebaruan dan mendorong proses belajar yang sehat dan memuliakan semua komponen baik guru, siswa, dan orang tua," kata Anies dalam sambutannya.
 
Anies berpesan pada seluruh siswa dan murid agar terus menumbuhkan semangat belajar tiada henti. Sebab hal itu adalah hakikat sekolah.
 
"Semua baik murid dan harus punya karakter pembelajar karena sekolah tempatnya belajar dan harus dihidupkan," ujarnya.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif