Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Anies Sebut Sanksi Administratif Belum Mengetuk Hati Pelanggar Prokes

Nasional DKI Jakarta Virus Korona Pemprov DKI pandemi covid-19 work from home protokol kesehatan PPKM Darurat
Fachri Audhia Hafiez • 21 Juli 2021 20:14
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memberi sanksi pidana bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) lewat revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Sebab, sanksi administratif dinilai belum membuat efek jera.
 
Hal itu disampaikan Anies lewat naskah pidatonya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza). Pidato itu dibacakan saat rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.
 
"Kita dapat lihat sendiri bahwa sanksi administratif belum dapat mengetuk pintu hati masyarakat dalam menerapkan protokol pencegahan covid-19," ujar Ariza dalam rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Satpol PP DKI Bakal Diberikan Kewenangan Penyidikan Pelanggaran Prokes)
 
Ariza tak memungkiri penambahan ketentuan pidana merupakan materi paling krusial dalam usulan revisi Perda Nomor 2 Tahun 2020. Sanksi pidana dinilai sebagai ultimum remedium atau upaya terakhir dalam penegakan hukum.
 
"Prinsip ultimum remedium diterapkan ketika sanksi administratif tidak menimbulkan efek jera bagi pelanggar prokes," ujar Ariza.
 
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan sanksi pidana dikenakan bagi pelanggar berulang atau pernah dikenakan sanksi administratif. Perubahan Perda diharapkan tak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif