NEWSTICKER
Ilustrasi pasar tradisional. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno
Ilustrasi pasar tradisional. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno

Target Revitalisasi Pasar Tradisional Jakarta Mundur

Nasional revitalisasi pasar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Juni 2019 02:48
Jakarta: Rencana revitilisasi 21 pasar tradisional di Jakarta yang ditargetkan rampung pada 2021 diperkiran mundur. Lantaran, hingga saat ini status lahan pasar masih menunggu proses perubahan status lahan.
 
"Jadi memang sedikit sepertinya terlambat. Akan tetapi, sebenarnya ini akan menjadi lebih
baik," kata Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya Arief Nasrudin, seperti dilansir dari Antara, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.
 
Ia menjelaskan saat ini status tanah Pasar Jaya adalah hak pakai. Oleh karena itu 21 pasar yang akan direvitalisasi statusnya akan diubah menjadi hak pengelolaan lahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, di 21 pasar ini (status tanahnya) akan diubah menjadi hak pengelolaan lahan oleh Pak Gubernur (Anies Baswedan)," tutur dia.
 
Arief mengatakan proses perubahan sertifikasi sangat penting. Pasalnya, apabila status lahan pasar telah menjadi hak pengelolaan lahan, pihaknya akan lebih mudah dalam melakukan pengelolaan.
 
"Ini akan menjadi sejarah baru buat Pasar Jaya bisa mendapatkan HPL (hak pengelolaan lahan). Jadi, pembangunan pasarnya bisa diintegrasi dengan rusun dan apa pun yang sudah diperdakan. Ini proses perubahannya yang memang sedang berjalan," ucap dia.
 
Arief menyebut proses perubahan sertifikasi lahan pasar dari hak pakai menjadi hak pengelolaan lahan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, atau sekitar satu tahun. Karena, itu revitalisasi pasar secara fisik diperkirakan baru dapat dilakukan pada tahun 2020.
 
"Kami lagi menunggu supaya tatanan ini selesai terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan dengan kerja sama pihak ketiga atau apa pun itu," jelas Arief.
 
Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya akan merevitalisasi 21 pasar tradisional di DKI Jakarta. Program revitalisasi tersebut dijadwalkan dimulai pada tahun 2019 dan rampung pada tahun 2021. Konsep revitalisasi direncanakan akan mengintegrasikan pasar dengan permukiman penduduk, rusunawa, rusunami, hotel, dan perkantoran, dengan penambahan fasilitas, seperti bioskop rakyat pada beberapa pasar.
 
Adapun 21 pasar tradisional yang akan direvitalisasi adalah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Pasar Kebon Melati, Jakarta Pusat, Pasar Lontar, Jakarta Pusat, Pasar Lontar, Jakarta Utara, Pasar Jembatan Lima, Jakarta Bara, Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat, dan Pasar Slipi, Jakarta Barat.
 
Berikutnya, Pasar Jelambar Polri, Jakarta Barat, Pasar Radio Dalam, Jakarta Selatan, Pasar Mede, Jakarta Selatan, Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Pasar Karet Pedurenan, Jakarta Selatan, Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Pasar Kayu Putih, Jakarta Utara, dan Pasar Rawamangun, Jakarta Timur.
 
Selain itu, Pasar Rawabadak, Jakarta Utara, Pasar Sindang, Jakarta Utara, Pasar Jembatan Merah Blok A, Jakarta Pusat, Pasar Sunan Giri, Jakarta Timur, Pasar Cipete Utara Blok A, Jakarta Selatan, dan Pasar Serdang, Jakarta Pusat.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif