Pengamat: Penyegelan Reklamasi Rugikan Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau salah satu kawasan di pulau reklamasi Teluk Jakarta, Jakarta. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.
Jakarta: Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai penyegelan Pulau D di Pluit, Jakarta Utara memberi dampak buruk bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ulah Gubernur Anies Baswedan bisa membahayakan investasi. 

"Kebijakan seperti ini yang paling berat kan efek dominonya, investor bisa kabur," kata Trubus saat dihubungi, Jumat, 8 Juni 2018.

Kaburnya pemilik modal, kata Trubus, karena terkikisnya kepercayaan mereka terkait penyegelan proyek itu. Investor menjadi tak yakin pada Pemprov mengingat penanaman modal lazimnya dilakukan untuk jangka panjang.


Trubus memandang investor akan berpikir ulang untuk investasi. Ini mengingat Pemprov saat ini merombak kebijakan reklamasi oleh pemerintah daerah sebelumnya. 

"Investasi itu kan jangka panjang, sementara gubernur hanya lima tahun, kemudian kalau gubernur yang baru mengubah kebijakan lagi kan bisa batal itu," jelas Trubus.

Selain itu, ia memandang masyarakat juga terdampak keputusan Anies. Mereka tentu berpikir ulang jika ingin membeli properti. Terlebih hal tersebut merupakan hasil dari program pemerintah daerah sebelumnya.

"Masyarakat yang ikut investasi seperti membeli hunian atau saham, bisa ditarik lagi karena mereka bisa tidak percaya lagi," ungkap Trubus.

Baca: Anies Tak Biarkan Bangunan Berdiri Tanpa IMB

Terakhir, ia juga mengingatkan soal janji Wakil Gubernur (Wagub) Sandiaga Uno yang ingin menarik banyak investor. Dengan kebijakan penyegelan reklamasi, iklim pemodalan dianggap tak stabil. Hal ini menjadi preseden buruk investasi di Ibu Kota.

"Pemprov ingin menarik investor asing masuk ke sini seperti janji Wagub Sandi, tapi saya malah makin pesismis," pungkas Trubus.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id