medcom.id, Jakarta: Rizky alias Buyung, 15, saksi kunci pembunuhan Putri Marisa Sakina, 13, terlihat bahagia. Buyung sudah kembali pulih. Ia dirawat di ruang Melati 2 kelas III, Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur.
Buyung belum dapat dijenguk, selain bapak ibunya, demi kepentingan penyelidikan. Pantauan Metrotvnews.com, ia terlihat tertawa-tawa bercanda dengan rekan seruangan. Buyung mengenakan baju biru dan inpus masih terpasang di tangan kirinya. Ia sudah bisa bangun dari kasur.
Polisi yang berjaga di depan ruang Melati 2 mengatakan, Buyung tidak akan lama di RS Polri. "Sampai peyelidikan selesai saja. Sekarang juga kondisi dia (Buyung) sudah pulih," jelas petugas Polres Metro Tangerang berinisial F, Selasa (16/6/2015).
Putri ditemukan tewas dengan leher berlumuran darah di rumahnya, Minggu 7 Juni sekira pukul 15.30 WIB. Buyung juga ditemukan terkapar, dengan kondisi serupa.
Buyung adalah saksi kunci kasus pembunuhan adiknya. Dia satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Ia, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.
medcom.id, Jakarta: Rizky alias Buyung, 15, saksi kunci pembunuhan Putri Marisa Sakina, 13, terlihat bahagia. Buyung sudah kembali pulih. Ia dirawat di ruang Melati 2 kelas III, Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur.
Buyung belum dapat dijenguk, selain bapak ibunya, demi kepentingan penyelidikan. Pantauan Metrotvnews.com, ia terlihat tertawa-tawa bercanda dengan rekan seruangan. Buyung mengenakan baju biru dan inpus masih terpasang di tangan kirinya. Ia sudah bisa bangun dari kasur.
Polisi yang berjaga di depan ruang Melati 2 mengatakan, Buyung tidak akan lama di RS Polri. "Sampai peyelidikan selesai saja. Sekarang juga kondisi dia (Buyung) sudah pulih," jelas petugas Polres Metro Tangerang berinisial F, Selasa (16/6/2015).
Putri ditemukan tewas dengan leher berlumuran darah di rumahnya, Minggu 7 Juni sekira pukul 15.30 WIB. Buyung juga ditemukan terkapar, dengan kondisi serupa.
Buyung adalah saksi kunci kasus pembunuhan adiknya. Dia satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Ia, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena tak bisa mencegah tragedi dan menjaga Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)