Pengamat Tata Kota Nirwono Joga.
Pengamat Tata Kota Nirwono Joga.

Pemprov DKI Lambat Antisipasi Banjir

Nasional banjir jakarta
Fachri Audhia Hafiez • 28 November 2018 13:19
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai lambat mengantisipasi banjir. Pemda dinilai selalu mengulang kesalahan yang sama dalam antisipasi banjir. Alih-alih mengatasi, program antisipasi banjir baru muncul saat musim penghujan.
 
"Sejak dulu Pemda DKI memang kurang serius mengatasi banjir, baru pada sibuk saat menjelang memasuki musim hujan. Nanti setelah lewat dan masuk musim kemarau mulai mengendor pada lupa," kata Pengamat Tata Kota Nirwono Joga kepada Medcom.id, Rabu, 28 November 2018.
 
Nirwono juga mengkritisi rencana pembangunan 1.333 drainase vertikal atau sumur resapan oleh Pemprov DKI. Menurut dia, program itu seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga saat memasuki musim hujan seperti sekarang tinggal memantau lapangan saja," ucap Nirwono.
 
Menurutnya program sumur resapan hanya segelintir dari sekian banyak program antisipasi banjir yang perlu dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Nirwono membeberkan lima konsep penanganan banjir yang perlu diterapkan pemprov yang dikenal ecological drainage (ekodrainase).
 
Baca: Drainase Vertikal Diklaim Berhasil Diuji di Tiga Tempat
 
Konsep itu di antaranya penataan bantaran kali, revitalisasi waduk, danau atau situ. Kemudian rehabilitasi saluran air, dan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH).
 
"RTH itu idealnya 30 persen, berupa jalur hijau, taman, hutan, kebun raya, yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Kemudian pembangunan sumur resapan air dan atau kolam retensi mulai dari halaman rumah, sekolah, perkantoran, area parkir," jelas dia.
 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi