Atraksi Pencak Silat dari berbagai beksi di Jakarta dan sekitarnya menghibur warga masyarakat yang hadir dalam gelaran Lebaran Betawi ke-12 di Monas, Jakarta. (Foto: MI/Susanto)
Atraksi Pencak Silat dari berbagai beksi di Jakarta dan sekitarnya menghibur warga masyarakat yang hadir dalam gelaran Lebaran Betawi ke-12 di Monas, Jakarta. (Foto: MI/Susanto)

Pariwisata Harus Berkonstruksi Budaya

Sri Utami • 20 Juli 2019 18:03
Jakarta: Indonesia memiliki ragam budaya yang menjadi karakter bangsa. Tak heran banyak wisatawan domestik maupun mancanegara ingin mengetahuinya lebih dalam.
 
Salah satu budaya yang dilirik wisatawan adalah Lebaran Betawi. Festival budaya di DKI Jakarta ini digelar setiap tahun usai perayaan Idulfitri.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengapresiasinya. Menurut dia Lebaran Betawi selain menjadi bentuk pelestarian dan pengembangan budaya luhur bangsa juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. 

"Karena itu pariwisata kita konstruksinya harus berdiri di atas pondasi kebudayaan. Alam dan budaya semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan," ujarnya, Sabtu, 20 Juli 2019.
 
Menurut Arief Lebaran Betawi salah satu acara yang dapat menjadi daya tarik wisata. Preferensi wisatawan datang ke Indonesia 60 persen karena ketertarikan budayanya dan 35 persen karena keindahan alam. Serta lima persen karena manmade atau wisata buatannya.
 
Baca juga: Mengenal Sorendo-rendo dalam Lebaran Betawi
 
Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan festival maupun gelaran acara terutama yang konsepnya budaya agar dapat ditingkatkan menjadi lebih semarak. Misalnya dengan menambahkan berbagai atraksi seperti koreografi menarik.
 
"Sesuai arahan presiden dan menteri dalam meningkatkan daya saing event menggunakan koreografi nasional untuk kostum, musik dan tariannya," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, kata Guntur, Pemprov DKI Jakarta dapat mengatur kembali daya tarik perhelatan tersebut dengan memerhatikan beberapa hal-hal kecil namun penting. Ini menjadi perhatian agar Lebaran Betawi tidak digelar dengan ide yang monoton.
 
"Agar sebuah event mampu menjadi daya tarik yang kuat, maka harus ada cultural value, economi value, creative value dan news value-nya," tandas dia. 
 
Lebaran Betawi ke-12 kali ini diselenggarakan oleh pemerintah DKI Jakarta dengan Bamus Betawi. Perhelatan tersebut merupakan acara tahunan sebagai ajang silaturahmi antarwarga Jakarta dengan nuansa Betawi setelah lebaran Idul Fitri.
 
Pada hari pertama diisi dengan pembacaan doa hingga Shohibul Hikayat yang dimulai pukul 19.00 WIB. Sedangkan hari kedua terdapat banyak pertunjukan khas Betawi yakni Tanjidor, Gambus, Marawis, Palang Pintu, Tarian Betawi, Atraksi Silat Betawi, Gambang Kromong, hingga Lenong.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan