Ilustrasi. MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. MI/Bary Fathahillah

Pemprov DKI Tidak Gelar Operasi Yustisi Bagi Pendatang Baru

Nasional DKI Jakarta Pemprov DKI arus balik Idulfitri 1443 Lebaran 2022 Pendatang Baru
Selamat Saragih • 05 Mei 2022 02:06
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tidak ada operasi yustisi kependudukan bagi pendatang baru. Sebab, Jakarta sebagai Ibu Kota negara terbuka untuk seluruh masyarakat.
 
"Tidak ada operasi yustisi untuk para pendatang ke Jakarta, karena Jakarta milik semua, milik seluruh warga negara Indonesia, siapa saja bisa bekerja di Jakarta," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Budi Awaludin, di Jakarta, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Meski Pemprov DKI tidak menggelar operasi yustisi kependudukan, Budi mengimbau para pendatang baru untuk melaporkan kedatangannya ke pengurus rukun tetangga (RT) setempat. Pemprov DKI sudah menyiapkan aplikasi agar para pendatang bisa melapor dengan mudah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami siapkan aplikasi data warga bagi pendatang baru yang datang ke Jakarta bisa melapor ke RT dan Pak RT akan menginput dalam aplikasi data warga," ujar dia.
 
Selain melalui aplikasi, pendatang baru di Ibu Kota bisa datang ke loket-loket pelayanan di kelurahan atau kecamatan. "Selain itu, kami juga akan melakukan pelayanan jemput bola ke RW-RW di kelurahan," ungkap dia.
 
Budi memperkirakan jumlah pendatang baru mencapai 20 ribu- 50 ribu orang usai libur Lebaran 2022. Pendatang baru sebanyak itu dipicu beberapa faktor. Salah satunya, kasus covid-19 di Ibu Kota makin terkendali.
 
Baca: Pendatang Baru ke DKI Diprediksi Mencapai 50 Ribu Orang
 
Dia mencatat terjadi penurunan pendatang baru selama dua tahun terakhir. Penurunan itu dipicu kasus positif covid-19 yang meningkat selama dua tahun pandemi.
 
Budi menjelaskan, selama 2018, jumlah pendatang di Jakarta mencapai 151.017 orang. Kemudian, bertambah hingga 169.778 orang pada 2019.
 
Saat pandemi covid-19 marak di Ibu Kota pada 2020, jumlah pendatang di Jakarta menurun menjadi 113.814 orang. Pada 2021, jumlah pendatang di Jakarta mencapai 138.740 orang atau mulai terjadi peningkatan daripada 2020.
 
Berdasarkan hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 2020, jumlah penduduk di Ibu Kota mencapai 10,56 juta jiwa.
 
Selama 10 tahun terakhir, BPS mencatat terjadi penambahan 954,3 ribu jiwa daripada sensus penduduk pada 2010 atau terjadi laju pertumbuhan 0,92 persen. Dari total jumlah penduduk itu, 71,98 persen adalah penduduk usia produktif, yakni 15-64 tahun dan warga lanjut usia 8,59 persen. Adapun konsentrasi penduduk terbesar ada di Jakarta Timur mencapai 3,04 juta jiwa.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif