medcom.id, Jakarta: Seluruh kafe yang ada di kawasan Kalijodo pada Rabu 17 Februari malam tidak ada yang beroperasi. Sebagian warga yang tinggal di sekitar wilayah itu mengatakan pemandangan itu terlihat setelah dilayangkan peringatan dari pemerintah kota Jakarta Barat pada Selasa 16 Februari.
Sebagian warga yang lain, menyatakan kafe hanya tutup sementara. "Paling-paling Kamis 18 Februari sudah ada yang buka lagi," kata seorang pemilik warung yang menolak menyebutkan namanya, Rabu (17/2/2016).
Pantauan Media Indonesia pada pukul 22.40 WIB, Kalijodo yang berlokasi di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, tetap ramai dikunjungi. Para pengunjung itu datang bergerombol dan beberapa ada yang bertanya ke warga setempat apakah ada yang kafe yang tetap buka.
Namun, kedatangan mereka singkat karena mengetahui tidak ada satu pun kafe yang buka. Salah satu warga setempat, Ramos, 31, mengatakan hal itu setiap kali ada yang bertanya kepada dirinya. "Tutup," ujar ayah dari tiga anak itu.
Ramos sendiri menyatakan tidak masalah jika memang Kalijodo harus digusur. Mewakili teman-temannya, Ramos yang biasa menjadi tukang parkir meminta agar pemerintah bisa memberi waktu kepada warga yang mencari nafkah di Kalijodo untuk cari tempat tinggal dan pekerjaan lain.
Pemda DKI menggandeng unsur kepolisian dan TNI buat memuluskan rencana penertiban di Kalijodo. Pengerahan aparat dilakukan buat meredam resistensi pembongkaran di Kalijodo.
"Dari kewilayahan mungkin hampir 500-an orang (pasukan) lebih. Kemudian kalau dari Polda, kekuatan antisipasi ricuhnya kemungkinan bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 orang," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Rabu 17 Februari.
Sementara, Panglima Kodam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana tak menyebut pasti berapa pasukan dari TNI yang bakal turun saat penertiban Kalijodo. Teddy menuturkan jumlah pasukan bakal disesuaikan dengan kebutuhan. "Kita tanyakan dan sesuaikan dengan Polri," imbuh Teddy.
Kasawan Kalijodo mencuat setelah Ahok memutuskan untuk menggusur kawasan itu. Ahok mengaku ingin menggusur kawasan Kalijodo bukan semata-mata karena maraknya praktik prostitusi.
Proses penertiban pun disebut tak sama saat melakukan penertiban di Kampung Pulo. Sebab, Kalijodo punya masalah yang cukup meresahkan.
Gubernur DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama bulat menggusur kawasan Kalijodo. Ahok mengatakan pemukiman di Kalijodo melanggar aturan lantaran berada di atas tanah negara. Mantan Bupati Belitung Timur itu ingin menyulap Kalijodo jadi Ruang Terbuka Hijau.
medcom.id, Jakarta: Seluruh kafe yang ada di kawasan Kalijodo pada Rabu 17 Februari malam tidak ada yang beroperasi. Sebagian warga yang tinggal di sekitar wilayah itu mengatakan pemandangan itu terlihat setelah dilayangkan peringatan dari pemerintah kota Jakarta Barat pada Selasa 16 Februari.
Sebagian warga yang lain, menyatakan kafe hanya tutup sementara. "Paling-paling Kamis 18 Februari sudah ada yang buka lagi," kata seorang pemilik warung yang menolak menyebutkan namanya, Rabu (17/2/2016).
Pantauan
Media Indonesia pada pukul 22.40 WIB, Kalijodo yang berlokasi di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, tetap ramai dikunjungi. Para pengunjung itu datang bergerombol dan beberapa ada yang bertanya ke warga setempat apakah ada yang kafe yang tetap buka.
Namun, kedatangan mereka singkat karena mengetahui tidak ada satu pun kafe yang buka. Salah satu warga setempat, Ramos, 31, mengatakan hal itu setiap kali ada yang bertanya kepada dirinya. "Tutup," ujar ayah dari tiga anak itu.
Ramos sendiri menyatakan tidak masalah jika memang Kalijodo harus digusur. Mewakili teman-temannya, Ramos yang biasa menjadi tukang parkir meminta agar pemerintah bisa memberi waktu kepada warga yang mencari nafkah di Kalijodo untuk cari tempat tinggal dan pekerjaan lain.
Pemda DKI menggandeng unsur kepolisian dan TNI buat memuluskan rencana penertiban di Kalijodo. Pengerahan aparat dilakukan buat meredam resistensi pembongkaran di Kalijodo.
"Dari kewilayahan mungkin hampir 500-an orang (pasukan) lebih. Kemudian kalau dari Polda, kekuatan antisipasi ricuhnya kemungkinan bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 orang," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Rabu 17 Februari.
Sementara, Panglima Kodam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana tak menyebut pasti berapa pasukan dari TNI yang bakal turun saat penertiban Kalijodo. Teddy menuturkan jumlah pasukan bakal disesuaikan dengan kebutuhan. "Kita tanyakan dan sesuaikan dengan Polri," imbuh Teddy.
Kasawan Kalijodo mencuat setelah Ahok memutuskan untuk menggusur kawasan itu. Ahok mengaku ingin menggusur kawasan Kalijodo bukan semata-mata karena maraknya praktik prostitusi.
Proses penertiban pun disebut tak sama saat melakukan penertiban di Kampung Pulo. Sebab, Kalijodo punya masalah yang cukup meresahkan.
Gubernur DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama bulat menggusur kawasan Kalijodo. Ahok mengatakan pemukiman di Kalijodo melanggar aturan lantaran berada di atas tanah negara. Mantan Bupati Belitung Timur itu ingin menyulap Kalijodo jadi Ruang Terbuka Hijau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)