medcom.id, Jakarta: Pria hidung belang yang ingin mendapatkan pelayanan dari PSK Kalijodo tidak bisa langsung menemui pujaannya. Mereka harus menemui muncikari untuk memesan dan mengetahui pelayanan yang akan diterima.
Metrotvnews.com menemui seorang wanita yang sudah 40 tahun menjadi muncikari di Kalijodo. Subadriah,65, memiliki 20 anak asuh alias PSK yang dipekerjakan.
Subadriah mengatakan, sebelum menawarkan harga, dirinya menjelaskan profil dan servis yang bakal diperoleh pelanggan. Ada kode khusus yang digunakan.
"Anciang itu cantik, sinfo itu baru (perawan). Kalau servis ada yung, itu bisa dimainin atas bawah," kata Subadriah, Jumat (19/2/2016).
Jasa layanan Subadriah termasuk kelas menengah ke bawah. Dia mengaku hanya mengambil keuntungan Rp20 ribu per transaksi.
"Saya dagang minuman, mereka (psk) duduk-duduk di depan. Kalau ada (hidung belang) yang nanya saya tawari. Kalau harganya cocok, misalnya Rp150 ribu lepas, saya Rp20 ribu, kamar Rp30 ribu, Rp100 buat dia (PSK)," cerita wanita paruh baya ini.
Wanita yang memiliki empat orang anak ini menjelaskan, anak asuhnya terdiri dari remaja hingga wanita dewasa. Anak asuhnya berasal dari luar Jakarta. "Kalau yang cantik namanya Dewi, dia dari Peringsewu, Lampung," ujarnya.
Subadriah mengatakan, pendapatan sebagai Mucikari bisa mencapai Rp10 Juta per bulan. Itu sudah termasuk pendapatan dari hasil jualan minuman. "Kalau tahun kemarin cuma Rp100 ribu sehari. Kalau sekarang udah nggak ada lagi," katanya.
Pantauan Metrotvnews.com, Subadriah tampak sibuk mengemas barang dagangannya. Bahkan, dia membagikan minuman gratis kepada warga sekitar. "Susah bawanya, berat. Nggak apa-apa di ambil saja, nggak usah bayar" kata Subadriah beranjak pergi.
medcom.id, Jakarta: Pria hidung belang yang ingin mendapatkan pelayanan dari PSK Kalijodo tidak bisa langsung menemui pujaannya. Mereka harus menemui muncikari untuk memesan dan mengetahui pelayanan yang akan diterima.
Metrotvnews.com menemui seorang wanita yang sudah 40 tahun menjadi muncikari di Kalijodo. Subadriah,65, memiliki 20 anak asuh alias PSK yang dipekerjakan.
Subadriah mengatakan, sebelum menawarkan harga, dirinya menjelaskan profil dan servis yang bakal diperoleh pelanggan. Ada kode khusus yang digunakan.
"Anciang itu cantik, sinfo itu baru (perawan). Kalau servis ada yung, itu bisa
dimainin atas bawah," kata Subadriah, Jumat (19/2/2016).
Jasa layanan Subadriah termasuk kelas menengah ke bawah. Dia mengaku hanya mengambil keuntungan Rp20 ribu per transaksi.
"Saya dagang minuman, mereka (psk) duduk-duduk di depan. Kalau ada (hidung belang) yang nanya saya tawari. Kalau harganya cocok, misalnya Rp150 ribu lepas, saya Rp20 ribu, kamar Rp30 ribu, Rp100 buat dia (PSK)," cerita wanita paruh baya ini.
Wanita yang memiliki empat orang anak ini menjelaskan, anak asuhnya terdiri dari remaja hingga wanita dewasa. Anak asuhnya berasal dari luar Jakarta. "Kalau yang cantik namanya Dewi, dia dari Peringsewu, Lampung," ujarnya.
Subadriah mengatakan, pendapatan sebagai Mucikari bisa mencapai Rp10 Juta per bulan. Itu sudah termasuk pendapatan dari hasil jualan minuman. "Kalau tahun kemarin cuma Rp100 ribu sehari. Kalau sekarang udah nggak ada lagi," katanya.
Pantauan
Metrotvnews.com, Subadriah tampak sibuk mengemas barang dagangannya. Bahkan, dia membagikan minuman gratis kepada warga sekitar. "Susah bawanya, berat. Nggak apa-apa di ambil saja, nggak usah bayar" kata Subadriah beranjak pergi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)