medcom.id, Tangerang: Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, belum menentukan lahan relokasi warga Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi.
Padahal, Pemkab Tangerang, menargetkan penataan permukiman, kafe, dan warung remang tempat penajaja seks mangkal, pada 23 Mei mendatang. Tercatat sampai hari ini, sebanyak 72 kafe dan warung remang akan dibongkar untuk kepentingan penghijauan, taman kuliner, serta pusat kajian Islam yang dicanangkan itu.
"Pertama kita menutup seluruh praktik prostitusi yang memang dilarang, karena dari prostitusi ini perdagangan manusia, penyebaran virus HIV/AIDS, narkoba, dan lainnya terjadi," ucap Bupati Tengerang Ahmed Zaki Iskandar, di Tangerang, Selasa (15/3/2016).
Pembongkaran mulai dari jalan masuk lokalisasi Dadap sampai ujung pantai. "Sisi kiri 20 meter, sisi kanan 10 meter itu sudah final, yang pertama kali kita bongkar itu lokalisasinya, kemudian warga di sepanjang yang saya sebutkan tadi," tegas Zaki.
Tetapi, Zaki belum tahu akan ke mana merelokasi warga yang terkenda dampak pembangunan Kampung Baru Dadap itu. Untuk sementara, kata dia, warga bakal ditampung di rusunawa di sekitar Dadap.
"Kita relokasi ke rusunawa terdekat dari sini dulu, selama rusunawa kita dibangun, setelah jadi pindah ke rusunawa Kabupaten Tangerang. Di mananya, nanti kita carikan," janjinya.
Nantinya, tandas Zaki, pembangunan rumah susun sederhana sewa itu, menjadi kewenangan pihak PT. Angkasa Pura selaku pemilik lahan dengan Kementerian PU-PR.
"Kita lihat skemanya seperti apa, tapi untuk sementara yang lain-lain ini kita tempatkan di Rusunawa terdekat," tandasnya.
Zaki yang mendengar langsung kekhawatiran warga soal terputusnya ekonomi warga nelayan Dadap, akibat direlokasi, punya anggapan lain. Menurutnya, tidak ada masalah pereknomian masyarakat. Karena, di tempat yang akan ditertibkan itu, akan dibangun pusat kuliner dan pasar.
"Pasar yang dipinggir kali masuk semua di pasar baru kita yang lebih rapi, bersih. Nanti penjual-pembeli enggak kehujanan, kepanasan, lahan parkir dan sebagainya bisa menopang perekonomian masyarakat," tegasnya.
medcom.id, Tangerang: Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, belum menentukan lahan relokasi warga Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi.
Padahal, Pemkab Tangerang, menargetkan penataan permukiman, kafe, dan warung remang tempat penajaja seks mangkal, pada 23 Mei mendatang. Tercatat sampai hari ini, sebanyak 72 kafe dan warung remang akan dibongkar untuk kepentingan penghijauan, taman kuliner, serta pusat kajian Islam yang dicanangkan itu.
"Pertama kita menutup seluruh praktik prostitusi yang memang dilarang, karena dari prostitusi ini perdagangan manusia, penyebaran virus HIV/AIDS, narkoba, dan lainnya terjadi," ucap Bupati Tengerang Ahmed Zaki Iskandar, di Tangerang, Selasa (15/3/2016).
Pembongkaran mulai dari jalan masuk lokalisasi Dadap sampai ujung pantai. "Sisi kiri 20 meter, sisi kanan 10 meter itu sudah final, yang pertama kali kita bongkar itu lokalisasinya, kemudian warga di sepanjang yang saya sebutkan tadi," tegas Zaki.
Tetapi, Zaki belum tahu akan ke mana merelokasi warga yang terkenda dampak pembangunan Kampung Baru Dadap itu. Untuk sementara, kata dia, warga bakal ditampung di rusunawa di sekitar Dadap.
"Kita relokasi ke rusunawa terdekat dari sini dulu, selama rusunawa kita dibangun, setelah jadi pindah ke rusunawa Kabupaten Tangerang. Di mananya, nanti kita carikan," janjinya.
Nantinya, tandas Zaki, pembangunan rumah susun sederhana sewa itu, menjadi kewenangan pihak PT. Angkasa Pura selaku pemilik lahan dengan Kementerian PU-PR.
"Kita lihat skemanya seperti apa, tapi untuk sementara yang lain-lain ini kita tempatkan di Rusunawa terdekat," tandasnya.
Zaki yang mendengar langsung kekhawatiran warga soal terputusnya ekonomi warga nelayan Dadap, akibat direlokasi, punya anggapan lain. Menurutnya, tidak ada masalah pereknomian masyarakat. Karena, di tempat yang akan ditertibkan itu, akan dibangun pusat kuliner dan pasar.
"Pasar yang dipinggir kali masuk semua di pasar baru kita yang lebih rapi, bersih. Nanti penjual-pembeli enggak kehujanan, kepanasan, lahan parkir dan sebagainya bisa menopang perekonomian masyarakat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)