DKI Tanggung Biaya Pemulangan PSK Kalijodo----MI/Galih Pradipta
DKI Tanggung Biaya Pemulangan PSK Kalijodo----MI/Galih Pradipta

Ahok Diminta Tak Terburu-buru Gusur Prostitusi di Kalijodo

Achmad Zulfikar Fazli • 12 Februari 2016 23:14
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diminta untuk tidak terburu-buru dalam menggusur kawasan prostitusi ilegal di Kalijodo, Jakarta Utara. Menurut Pengamat Tata Kota Marco Kusuma Wijaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mencarikan dulu solusi pekerjaan bagi para pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo sebelum menggusurnya.
 
"Kalau sosial harus ciptakan lapangan kerja dan tidak boleh (gusur) dipaksa," kata Marco di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
 
Menurut dia, tidak masalah jika solusi lapangan pekerjaan itu memakan banyak waktu. Sebab, ia menilai pemerintah tidak bisa begitu saja menghilangkan pekerjaan seseorang tanpa memberikan lapangan pekerjaan baru.

"Saya anggap solusi harus makan waktu. Kalau buru-buru malah makan korban. Mereka udah jalan ratusan tahun. kalau nunggu 1-2 tahun enggak apa-apa," tandas dia.
 
Polemik soal penggusuran Kalijodo mengemuka usai insiden kecelakaan Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Riki, sopir Toyota Fortuner, diketahui mengantuk usai menegak bir di kawasan Kalijodo.  
 
Ahok pun langsung punya ide membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa taman hijau di kawasan Kalijodo. Taman itu akan dibangun di area penggusuran. Penggusuran Kalijodo bukan sekadar untuk pemberantasan prostitusi. Tapi juga upaya membasmi peredaran minuman keras.
 
Padahal diketahui, kawasan ini sudah terkenal sejak 1950-an. Kawasan prostitusi di Jakarta Utara ini terkenal sebagai sebagai tempat pelacuran dan praktik perjudian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan