medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan kinerja Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Efdinal. Saat menjadi Ketua BPK Banten, Efdinal memberikan nilai pengelolaan keuangan daerah mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kenyataaannya sekarang Atut dipenjara.
Ahok meminta BPK menjalankan proses investigasi sesuai prosedur. Sebab, Ahok curiga ada tendensius politik yang dilakukan Ketua BPK DKI.
Ahok mengungkapkan, Efdinal pernah bertugas di BPK Banten dan melakukan audit pengelolaan keuangan daerah Provinsi Banten. Efdinal membeikan Atut WTP.
"Tapi hasilnya apa? Nyatanya Atut masuk penjara, Orang seperti itu (Efdinal) yang mau ribut ama saya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Ahok menilai BPK DKI kewalahan menelusuri kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. BPK DKI dituding tidak mampu menemukan pelanggaran sehingga meminta perpanjangan waktu untuk penelusuran lebih lanjut.
"Buktinya KPK minta dia (BPK) investigasi dan auditnya lengkap. 60 hari tidak bisa dan minta tambah 20 hari. Artinya apa, enggak ketemu (uang kerugian)," kata Ahok.
Ahok mengaku heran pembelian lahan Sumber Waras dipermasalahkan. Ahok menantang BPK DKI memperpanjang waktu investigasi pengadaan lahan yang diduga merugikan negara sebesar Rp191 miliyar tersebut.
"Sumber waras salahnya dimana? Mari kita buktikan. Ayo tambah 200 hari (investigasi) lagi. Biar tambah melanggar aturan. Kita cari ketemu (masalah) dimana?" Ujar Ahok.
Kepala DKI Efdinal membantah dirinya tendensius, menurutnya semua auditor BPK profesional dan bertanggungjawab. Mereka, melaksanakan tugas mulia mengaudit pengelolaan dan bertanggungjawab persoalan keuangan negara. "BPK bekerja berdasarkan undang-undang yang diamanatkan oleh rakyat Indonesia," kata Efdinal.
Menurut Efdinal, auditor yang ada di BPK bekerja dengan niat ibadah kepada Tuhan. Tidak ada yang ditakutkan oleh auditor BPK. "Mati di lapangan pun mereka ikhlas, demi melaksanakan tugas negara dan ibadah kepada Allaw SWT," ujar Efdinal.
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan kinerja Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Efdinal. Saat menjadi Ketua BPK Banten, Efdinal memberikan nilai pengelolaan keuangan daerah mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kenyataaannya sekarang Atut dipenjara.
Ahok meminta BPK menjalankan proses investigasi sesuai prosedur. Sebab, Ahok curiga ada tendensius politik yang dilakukan Ketua BPK DKI.
Ahok mengungkapkan, Efdinal pernah bertugas di BPK Banten dan melakukan audit pengelolaan keuangan daerah Provinsi Banten. Efdinal membeikan Atut WTP.
"Tapi hasilnya apa? Nyatanya Atut masuk penjara, Orang seperti itu (Efdinal) yang mau ribut ama saya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Ahok menilai BPK DKI kewalahan menelusuri kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. BPK DKI dituding tidak mampu menemukan pelanggaran sehingga meminta perpanjangan waktu untuk penelusuran lebih lanjut.
"Buktinya KPK minta dia (BPK) investigasi dan auditnya lengkap. 60 hari tidak bisa dan minta tambah 20 hari. Artinya apa, enggak ketemu (uang kerugian)," kata Ahok.
Ahok mengaku heran pembelian lahan Sumber Waras dipermasalahkan. Ahok menantang BPK DKI memperpanjang waktu investigasi pengadaan lahan yang diduga merugikan negara sebesar Rp191 miliyar tersebut.
"Sumber waras salahnya dimana? Mari kita buktikan. Ayo tambah 200 hari (investigasi) lagi. Biar tambah melanggar aturan. Kita cari ketemu (masalah) dimana?" Ujar Ahok.
Kepala DKI Efdinal membantah dirinya tendensius, menurutnya semua auditor BPK profesional dan bertanggungjawab. Mereka, melaksanakan tugas mulia mengaudit pengelolaan dan bertanggungjawab persoalan keuangan negara. "BPK bekerja berdasarkan undang-undang yang diamanatkan oleh rakyat Indonesia," kata Efdinal.
Menurut Efdinal, auditor yang ada di BPK bekerja dengan niat ibadah kepada Tuhan. Tidak ada yang ditakutkan oleh auditor BPK. "Mati di lapangan pun mereka ikhlas, demi melaksanakan tugas negara dan ibadah kepada Allaw SWT," ujar Efdinal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)