Chaerun, pengusaha tempe di RW 02, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Chaerun, pengusaha tempe di RW 02, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kali Item Bau, Pengusaha Tempe Menolak Dijadikan 'Kambing Hitam'

Fachri Audhia Hafiez • 28 Juli 2018 10:48
Jakarta: Para pengusaha tempe di Senen, Jakarta Pusat menolak dijadikan 'kambing hitam', terkait tercemarnya Kali Item. Menurut mereka, tercemarnya Kali Item bukan hanya dari limbah produksi tempe.  
 
"Masalah limbah, bukan hanya limbah tempe tahu saja. Tapi wilayah dipinggir kali itu ada usaha sablon juga tintanya, ada usaha bengkel motor, mobil yang buat limbah," kata Chaerun, 51, pengusaha tempe di RW 02, Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Senen, Jumat, 27 Juli 2018.
 
Pengusaha tempe sejak 1993 ini menjelaskan, limbah yang dihasilkan pengusaha tempe hanya berupa air ampas. Limbah itu tidak berbahaya bila dibandingkan dengan limbah lain. "Air doang kayak cuci pakaian saja begitu, air tahu dan air tempe itu masih bahaya cucian laundry," tutur Chaerun.

Baca: Anies Bakal Tertibkan Pengusaha Tahu di Kali Item
 
Hal senada disampaikan Tanuri, 64, salah satu pengusaha tempe masih di Johar Baru. Dia menegaskan limbah tempe tidak mengandung bahan kimia, sehingga bukan penyebab tercemarnya Kali Item.
 
"Ini padahal yang kita olah dari bahan alami semua, kedelai, ragi, dibungkus pakai daun. Tercemar darimana," kata Tanuri.
 
Chaerun dan Tanuri tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Tempe di kawasan Johar Baru. Keduanya mengakui limbah tempe mereka dibuang ke Kali Sentiong.
 
Untuk diketahui, Kali Sentiong dan Kali Item menjadi persoalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jelang Asian Games 2018. Kedua kali itu tersebut diduga menjadi sumber masalah bau di sekitar Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>