Petugas mengatur lalu lintas di samping bus transjakarta gandeng yang terbakar di Halte Bus Salemba UI, Jakarta, Jumat (3/7). (FOTO: MI/ARYA MANGGALA)
Petugas mengatur lalu lintas di samping bus transjakarta gandeng yang terbakar di Halte Bus Salemba UI, Jakarta, Jumat (3/7). (FOTO: MI/ARYA MANGGALA)

Bus Terbakar Lagi, Bos TransJakarta Jatuhkan Sanksi ke Operator

Nasional transjakarta terbakar
Wanda Indana • 19 Juli 2015 03:20
medcom.id, Jakarta: Direktur PT TransJakarta Antonius Kosasih menjatuhkan sanksi kepada Damri. Hal ini lantaran bus TransJakarta bernomor badan DMR-008 yang dioperasikan Damri mengeluarkan asap pada kabel accu (baterai).
 
Kosasih menyayangkan terbakarnya bus tersebut di Halte Stasiun Jatinegara 2, Jakarta Timur, pada pukul 11:40 WIB. Pasalnya, kata dia, Damri merupakan salah satu operator memiliki rapor biru, baik dari sisi operasional maupun perawatan. Bus bermerk Inobus yang terbakar itu baru berumur 3 sampai 4 tahun.
 
"Meskipun kami mendapat konfirmasi dari Damri bahwa bus Inobus yang dioperasikan oleh Damri tersebut merupakan investasi Pemerintah Provinsi DKI tahun 2011, namun kami tetap tegur dan terapkan sanksi kepada pihak DAMRI sesuai kontrak yang berlaku karena pengoperasian dan perawatan berada di tangan Operator," kata Kosasi melalui pesan singkat, Sabtu (18/7/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akibat kejadian ini, Kosasih meminta maaf kepada masyarakat yang menggunakan jasa bus TransJakarta karena mengalami gangguan perjalanan. TransJakarta, kata dia, harus menghentikan pelayanan bus yang mengalami kendala teknis. Sesuai prosedur keselamatan, petugas onboard memberitahukan pengemudi untuk memberhentikan bus dan langsung membuka pintu darurat serta mengevakuasi penumpang.
 
"Kami memohon maaf kepada publik Jakarta yang menggunakan moda transportasi Transjakarta karena terjadinya hal ini. Meskipun bus tidak terbakar karena prosedur keselamatan kami lakukan dengan baik, serta tidak ada korban karena prosedur evakuasi kami lakukan dengan baik. Namun, harus diakui bahwa pelayanan kami belum sempurna," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif