DPRD DKI Nilai Pemprov Gagal Menyerap Anggaran
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2017 memiliki Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp13,16 Triliun. Tingginya SILPA dinilai menunjukkan kegagalan penyerapan anggaran.

Ketua Fraksi Partai NasDem, Bestari Barus mengatakan, besarnya SILPA akan berdampak pada melemahnya ekonomi serta daya beli masyarakat. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017. 

"Angka ini bukan angka yang kecil dan menunjukkan adanya kegagalan penyerapan anggaran," kata Bestari di Kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Juli 2018.


Baca: Sisa APBD DKI Dialokasikan untuk Program Anies-Sandi

Anggota Fraksi PKS Muhammad Subki juga mempertanyakan rendahnya penyerapan anggaran di tahun 2017. Menurutnya, penyerapan anggaran tidak meningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 82,6 persen.

"Padahal peningkatan serapan anggaran menjadi salah satu target yang akan dicapai pemerintahaan gubernur baru," ungkap Subki.

Subki juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno memenuhi janji-janji yang sudah disampaikan saat kampanye tahun lalu. "Penyerapan yang rendah menyebabkan SILPA meningkat cukup tajam," jelas Subki.

Baca: APBD 2017 DKI Sisa Rp13 Triliun

Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan, Rikardo menyampaikan, besarannya SILPA bukan sebuah prestasi yang harus dibanggakan. Yang terbaik adalah over pendapatan daerah, seluruh program terlaksana tanpa ada pengurangan kualitas pembangunan.

"Memang sebesar apapun SILPA bukan pelanggaran APBD. Tapi pembangunan dan program yang sudah direncanakan harus dilaksanakan," ungkap Rikardo.

SILPA tahun anggaran 2016 sebesar Rp 7,7 triliun. Di tahun ini, SILPA meningkat hampir 100 persen yakni Rp13,165 triliun. 



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id