Meterotvnews.com, Depok: Akhir pekan lalu, Abdul Rahman, 26, tewas karena perampokan di depan Kampus BSI, Jalan Margonda, Depok. Dia ditusuk hingga tewas. Motornya pun raib dirampas.
Para pelaku memepet Rahman yang tengah mengendarai sepeda motor dari arah Lenteng Agung. Perampokan terhadap Rahman ini adalah insiden ke dua dalam satu bulan terakhir di Depok.
Warga di sekitaran lokasi tewasnya Rahman menuturkan kejadian dengan modus seperti itu kerap terjadi di sekitaran Kampus BSI, Jalan Margonda, Depok. Suhardi, 40, warga Jalan Jambu Depok menceritakan pada 2011 silam seorang pengendara sepeda motor dibacok dan dirampas.
"Kejadiannya di dekat terowongan under pass Depok sebelum kampus BSI dari arah Lenteng Agung," katanya kepada medcom.id, Kamis (29/1/2015). Lokasi yang minim penerangan, kata dia, dimanfaatkan para pelaku kejahatan.
Saat itu, kata Suhardi, dirinya menjadi saksi kasus perampokan itu di Polres Depok. Dia sempat menolong korban yang ketika itu berteriak meminta pertolongan.
Selain itu, sambung Suhardi, peristiwa hampir serupa terjadi di seberang Kampus BSI arah menuju Jalan Kelapa Dua, pada 2013 lalu. Seorang pegawai toko swalayan dirampas kendaraannya dengan luka bacok di salah satu lengannya. Tetapi, kedua korban yang mengalami perampokan tersebut berhasil selamat setelah mendapatkan pertolongan dari warga sekitar.
"Tapi kejadian-kejadian biasanya enggak separah kemarin. Kalau kemarin kan parah sampai meninggal jadi geger tahu semua. Kalau sebelumnya cuma luka jadi engga banyak yang tahu," pungkas dia.
Menurut dia, selain minim penerangan, kondisi jalan yang sepi dan jarangnya patroli polisi membuat lokasi tersebut menjadi tempat perampok menjalankan aksinya.
"Kadang ada tapi jarang lewat (patroli Polisi), baru pas habis kejadian saja rutin sampai berhenti di seberang jalan," tandas dia.
Insiden terakhir terjadi pada Minggu 25 Januari 2015. Korban Abdul Rahman, 26, warga Citayam, Depok ditusuk para pelaku di depan Kampus BSI, Jalan Margonda. Korban yang menggunakan sepeda motor dari arah Lenteng Agung dipepet.
Rahman sempat memukul salah seorang pelaku dengan helm, tapi pelaku lain menusuknya. Rahman roboh dengan luka tusuk di bagian pinggang. Pelaku kemudian melarikan motor Suzuki Satria milik Rahman. Rahman sempat dibawa warga ke Rumah Sakit Bunda Margonda, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan.
Peristiwa sebelumnya terjadi pada 1 Januari. Aksinya sama, memepet pengguna sepeda motor. Kejadiannya di Jalan Juanda dekat proyek pembangunan tol Cijago.
Saat itu Korban Bambang Syarif Hidayatullah, 23, tengah mengendarai sepeda motor. Lalu para pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor memepetnya. Syarif berhenti. Pelaku kemudian merampas sepeda motor Suzuki Satria milik Syarif. Bukan cuma itu, para pelaku yang menang jumlah juga menghabisi korban.
Meterotvnews.com, Depok: Akhir pekan lalu, Abdul Rahman, 26, tewas karena perampokan di depan Kampus BSI, Jalan Margonda, Depok. Dia ditusuk hingga tewas. Motornya pun raib dirampas.
Para pelaku memepet Rahman yang tengah mengendarai sepeda motor dari arah Lenteng Agung. Perampokan terhadap Rahman ini adalah insiden ke dua dalam satu bulan terakhir di Depok.
Warga di sekitaran lokasi tewasnya Rahman menuturkan kejadian dengan modus seperti itu kerap terjadi di sekitaran Kampus BSI, Jalan Margonda, Depok. Suhardi, 40, warga Jalan Jambu Depok menceritakan pada 2011 silam seorang pengendara sepeda motor dibacok dan dirampas.
"Kejadiannya di dekat terowongan under pass Depok sebelum kampus BSI dari arah Lenteng Agung," katanya kepada medcom.id, Kamis (29/1/2015). Lokasi yang minim penerangan, kata dia, dimanfaatkan para pelaku kejahatan.
Saat itu, kata Suhardi, dirinya menjadi saksi kasus perampokan itu di Polres Depok. Dia sempat menolong korban yang ketika itu berteriak meminta pertolongan.
Selain itu, sambung Suhardi, peristiwa hampir serupa terjadi di seberang Kampus BSI arah menuju Jalan Kelapa Dua, pada 2013 lalu. Seorang pegawai toko swalayan dirampas kendaraannya dengan luka bacok di salah satu lengannya. Tetapi, kedua korban yang mengalami perampokan tersebut berhasil selamat setelah mendapatkan pertolongan dari warga sekitar.
"Tapi kejadian-kejadian biasanya enggak separah kemarin. Kalau kemarin kan parah sampai meninggal jadi geger tahu semua. Kalau sebelumnya cuma luka jadi engga banyak yang tahu," pungkas dia.
Menurut dia, selain minim penerangan, kondisi jalan yang sepi dan jarangnya patroli polisi membuat lokasi tersebut menjadi tempat perampok menjalankan aksinya.
"Kadang ada tapi jarang lewat (patroli Polisi), baru pas habis kejadian saja rutin sampai berhenti di seberang jalan," tandas dia.
Insiden terakhir terjadi pada Minggu 25 Januari 2015. Korban Abdul Rahman, 26, warga Citayam, Depok ditusuk para pelaku di depan Kampus BSI, Jalan Margonda. Korban yang menggunakan sepeda motor dari arah Lenteng Agung dipepet.
Rahman sempat memukul salah seorang pelaku dengan helm, tapi pelaku lain menusuknya. Rahman roboh dengan luka tusuk di bagian pinggang. Pelaku kemudian melarikan motor Suzuki Satria milik Rahman. Rahman sempat dibawa warga ke Rumah Sakit Bunda Margonda, tapi nyawanya tak bisa diselamatkan.
Peristiwa sebelumnya terjadi pada 1 Januari. Aksinya sama, memepet pengguna sepeda motor. Kejadiannya di Jalan Juanda dekat proyek pembangunan tol Cijago.
Saat itu Korban Bambang Syarif Hidayatullah, 23, tengah mengendarai sepeda motor. Lalu para pelaku yang menggunakan tiga sepeda motor memepetnya. Syarif berhenti. Pelaku kemudian merampas sepeda motor Suzuki Satria milik Syarif. Bukan cuma itu, para pelaku yang menang jumlah juga menghabisi korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)