Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Wagub DKI Sentil Gedung Nakal Pakai Air Tanah

Nasional air tanah Penurunan muka tanah Gedung Pakai Air Tanah PAM Jaya
Theofilus Ifan Sucipto • 08 Oktober 2021 16:23
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyentil gedung dan perkantoran nakal yang masih menggunakan air tanah. Sanksi menanti mereka.
 
"Memang ada yang nakal masih menggunakan air tanah. Nanti kita beri sanksi," tegas Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Oktober 2021.
 
Ariza tidak memerinci jumlah pelanggar. Termasuk, jenis sanksi yang bakal diberikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Ariza meminta itikad baik gedung-gedung hotel, mal, perkantoran, hingga apartemen. Dia mendorong bangunan menggunakan air dari PAM Jaya.
 
"Harapan kita ke depan tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan air tanah," papar politikus Partai Gerindra itu.
 
Ariza yakin penyaluran air bersih melalui PAM Jaya dapat mengurangi penggunaan air tanah. Sehingga dapat menekan potensi penurunan permukaan tanah.
 
Kementerian PUPR menargetkan merampungkan dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di 2024. SPAM yang dibangun ialah Jatiluhur 1 dan Karian-Serpong, yang bertujuan menghentikan penggunaan air tanah oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
 
"Ini tentunya juga untuk menjaga agar penurunan tanah di Jakarta tidak terjadi kembali. Kita harapkan dua SPAM bakal COD (commercial operation date) pada 2024," ujar Dirjen Cipta Karya PUPR Diana Kusumastuti di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin, 4 Oktober 2021.
 
SPAM regional tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bagi DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, yakni Bekasi dan Karawang. Sumber air SPAM diambil dari Bendungan Jatiluhur untuk SPAM Regional Jatiluhur 1 dan Bendungan Karian untuk SPAM Karian Serpong.
 
"Ini dikarenakan wilayah DKI Jakarta tidak memiliki sumber air baku," ucap dia.
 
Baca: Pelihara Permukaan Tanah, Warga DKI Diminta Hemat Air
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif