Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pakar: Surveilans Jangan Melemah saat Covid-19 Melandai

Nasional pandemi covid-19 kasus covid turun kasus covid-19 indonesia
Antara • 09 Mei 2022 06:21
Kalimantan Selatan: Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan covid-19 Hidayatullah Muttaqin mengatakan tim surveilans jangan sampai melemah saat kasus melandai.
 
"Meskipun penularan covid-19 saat ini melemah, namun surveilans menjadi sangat penting untuk langkah pencegahan dini melacak semaksimal mungkin kontak erat yang terjadi dari setiap kasus aktif yang dilaporkan," kata dia dilansir Antara, Senin, 9 Mei 2022.
 
Muttaqin mengkhawatirkan surveilans yang mulai melemah saat ini. Seperti di Kalimantan Selatan (Kalsesl), rasio kontak erat per kasus hanya 3,00. Artinya, rata-rata dari 1 kasus hanya dapat ditelesuri 3 kontak erat saja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 81,24% Remaja Tuntas Menerima Vaksin Dosis Lengkap
 
Tingkat penelusuran kontak erat (tracing) di Kalsel, menurut asesmen Kementerian Kesehatan berada di level terbatas. Padahal idealnya, 15 orang ke atas dengan kategori memadai atau minimal 5 sampai 14 orang untuk kategori sedang.
 
"Dengan arus balik Lebaran pada pekan ini maka tingkat kewaspadaan perlu dinaikkan dengan monitoring dan surveilans, karena selama liburan panjang cenderung melemah," jelas Hidayatullah.
 
Muttaqin mengatakan tingginya mobilitas masyarakat selama ramadan hingga libur panjang Lebaran perlu diwaspadai dengan peningkatan monitoring dan pengawasannya.
 
"Pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lainnya, bahkan antar pulau hingga perjalanan ke luar negeri bisa saja ada potensi membawa bibit covid-19 dengan berbagai variannya," ucap akademisi jebolan Universitas Birmingham Inggris itu.
 
Muttaqin menyebut, membaiknya situasi covid-19 sangat menggembirakan tetapi masyarakat juga harus tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
"Edukasi dan vaksinasi juga jangan menurun karena pandemi belum selesai sehingga masih ada risiko terjadinya lonjakan kasus ke depannya," katanya.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif