medcom.id, Jakarta: Tokoh masyarakat Kalijodo Daeng Azis diduga kerap melakukan intimidasi pada warga terkait penertiban kawasan Kalijodo. Namun, hingga kini Daeng Azis sulit ditemui aparat untuk diajak berdialog.
"Daeng Azis belum bisa ditemui, Kapolres saja susah nemuinnya," kata Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
Rustam berharap Daeng Azis mau terbuka kepada aparat keamanan maupun pemerintah. Lebih bagus lagi jika Daeng Azis mau bertaubat. "Harusnya Daeng Azis tobat. Dia kan sudah kaya raya," ujar Rustam.
Meski sulit ditemui, Daeng Azis tak menjadi prioritas dalam operasi pekat (penyakit masyarakat) yang akan dilakukan aparat hari ini. Tapi jika melakukan perlawanan, Daeng Azis bisa saja ditangkap. "Kemarin sudah dirapatkan dengan kepolisian. Kalau dia melawan ya akan kami amankan," ungkapnya.
Jumlah warga Kalijodo yang mendaftar buat mendapat rumah susun berkurang. Banyak warga balik badan. Kuat dugaan ada yang menekan mereka.
Sebanyak 24 dari 1.356 kepala keluarga di daerah itu sebelumnya sudah mendaftar. Tapi, hari ini, 14 kepala keluarga mengundurkan diri dari pendaftaran.
Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menduga, pencabutan pendaftaran itu lantaran warga diintimidasi. Pelaku intimidasi jelas `sang penguasa` Abdul Aziz alias Daeng Aziz. "Permasalahannya sekarang masyarakat di sana masih ada yang diintimidasi Daeng Azis dan kroni-kroninya," kata Rustam di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Februari.
Pagi tadi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara menyebarkan sp satu penggusuran Kalijodo. Warga diberi tengah 11 hari buat segera mengosongkan kawasan yang masuk daftar lahan hijau itu.
Nantinya, kawasan Kalijodo bakal disulap buat menjadi ruang terbuka hijau. Langkah ini diambil lantaran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin mengentaskan daerah kumuh dan memberikan tempat yang layak buat warga Ibu Kota.
medcom.id, Jakarta: Tokoh masyarakat Kalijodo Daeng Azis diduga kerap melakukan intimidasi pada warga terkait penertiban kawasan Kalijodo. Namun, hingga kini Daeng Azis sulit ditemui aparat untuk diajak berdialog.
"Daeng Azis belum bisa ditemui, Kapolres saja susah nemuinnya," kata Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
Rustam berharap Daeng Azis mau terbuka kepada aparat keamanan maupun pemerintah. Lebih bagus lagi jika Daeng Azis mau bertaubat. "Harusnya Daeng Azis tobat. Dia kan sudah kaya raya," ujar Rustam.
Meski sulit ditemui, Daeng Azis tak menjadi prioritas dalam operasi pekat (penyakit masyarakat) yang akan dilakukan aparat hari ini. Tapi jika melakukan perlawanan, Daeng Azis bisa saja ditangkap. "Kemarin sudah dirapatkan dengan kepolisian. Kalau dia melawan ya akan kami amankan," ungkapnya.
Jumlah warga Kalijodo yang mendaftar buat mendapat rumah susun berkurang. Banyak warga balik badan. Kuat dugaan ada yang menekan mereka.
Sebanyak 24 dari 1.356 kepala keluarga di daerah itu sebelumnya sudah mendaftar. Tapi, hari ini, 14 kepala keluarga mengundurkan diri dari pendaftaran.
Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menduga, pencabutan pendaftaran itu lantaran warga diintimidasi. Pelaku intimidasi jelas `sang penguasa` Abdul Aziz alias Daeng Aziz. "Permasalahannya sekarang masyarakat di sana masih ada yang diintimidasi Daeng Azis dan kroni-kroninya," kata Rustam di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Februari.
Pagi tadi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara menyebarkan sp satu penggusuran Kalijodo. Warga diberi tengah 11 hari buat segera mengosongkan kawasan yang masuk daftar lahan hijau itu.
Nantinya, kawasan Kalijodo bakal disulap buat menjadi ruang terbuka hijau. Langkah ini diambil lantaran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ingin mengentaskan daerah kumuh dan memberikan tempat yang layak buat warga Ibu Kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)