Ilustrasi--Antara/Nyoman Budhiana
Ilustrasi--Antara/Nyoman Budhiana

Penggusuran Kalijodo

Ribuan Aparat Siap Diterjunkan ke Kalijodo

Arga sumantri • 17 Februari 2016 19:32
medcom.id, Jakarta: Pemda DKI menggandeng unsur kepolisian dan TNI buat memuluskan rencana penertiban di Kalijodo. Pengerahan aparat dilakukan buat meredam resistensi pembongkaran di Kalijodo.
 
"Dari kewilayahan mungkin hampir 500-an orang (pasukan) lebih. Kemudian kalau dari Polda, kekuatan antisipasi ricuhnya kemungkinan bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 orang," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/2/2016).
 
Sementara, Panglima Kodam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana tak menyebut pasti berapa pasukan dari TNI yang bakal turun saat penertiban Kalijodo. Teddy menuturkan jumlah pasukan bakal disesuaikan dengan kebutuhan. "Kita tanyakan dan sesuaikan dengan Polri," imbuh Teddy.

Kasawan Kalijodo mencuat setelah Ahok memutuskan untuk menggusur kawasan itu. Ahok mengaku ingin memberangus Kalijodo bukan semata-mata karena maraknya praktik prostitusi.
 
Treatmen penertiban pun disebut tak sama saat melakukan penertiban di Kampung Pulo. Sebab, Kalijodo punya masalah yang cukup meresahkan.
 
Selain prostitusi, aksi premanisme, peredaran miras ilegal juga narkotika disebut marak. Langkah penertiban kawasan itu pun diprediksi bakal terjadi perlawanan yang lebih keras dibandingkan Kampung Pulo.
 
"Kampung Pulo itu kan masyarakat (biasa) lebih banyak ya. Kalau Kalijodo ini kan banyaknya preman. Saya yakin militansinya (di Kalijodo) mungkin militansi preman," terangnya.
 
Gubernur DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama bulat menggusur kawasan Kalijodo. Ahok mengatakan pemukiman di Kalijodo melanggar aturan lantaran berada di atas tanah negara. Mantan Bupati Belitung Timur itu ingin menyulap Kalijodo jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan