Ekskavator mengangkut sampah kiriman yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Foto: MI/Susanto.
Ekskavator mengangkut sampah kiriman yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan. Foto: MI/Susanto.

Aturan Main Kantong Plastik Ibu Kota

Nasional Larangan Sampah Plastik
Nur Azizah • 28 Desember 2018 18:32
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mengesahkan draf Peraturan Gubernur (Pergub) Larangan Penggunaan Sampah dalam waktu dekat. Draf tersebut mengatur tiga jenis kantong yang boleh maupun yang tidak boleh dipakai.

Kantong belanja sekali pakai dan terbuat dari polymer thermoplastic, lateks, polyethylene, dan thermoplastic synthetic polymeric, dilarang. Plastik yang terbuat dari bahan-bahan polimer turunan hidrokarbon, termasuk yang diberi aditif oxium (oxo-degradable) juga diharamkan.

Sementara itu, kantong belanja yang boleh digunakan hanya yang ramah lingkungan dan dapat dipakai berulang kali. Biasanya, kantong ini terbuat dari daun kering, kertas, kain, plastik, poliester.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kantong plastik yang juga diatur ialah kantong kemasan sekali pakai yang terbuat dari bahan dasar plastik, tanpa pegangan tangan yang digunakan sebagai kemasan untuk membungkus barang," seperti yang dikutip dari draf Pergub Larangan Penggunaan Kantong Plastik yang diterima Medcom.id, Jumat, 28 Desember 2018. Selain mengatur jenis kantong plastik, pergub tersebut juga akan mengatur kewajiban yang harus dilakukan pelaku usaha. Mereka diperbolehkan menyediakan kantong belanja sekali pakai boleh, tetapi tidak gratis.

Baca: Sampah Plastik Jakarta 357 Ribu Ton per Tahun

Pelaku usaha diwajibkan menyosialisasikan pemakaian kantong belanja ramah lingkungan kepada konsumen. Selain itu, pelaku usaha harus menjelaskan dampak negatif penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut Pergub Larangan Penggunaan Kantong Plastik akan diteken pada akhir tahun ini. Namun, tanggal pasti belum diungkap.

"Belum ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, saat mengakhiri 2018 ini," pungkas Saefullah.


(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi