Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Ahok-Djarot/MI/Panca Syurkani
Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Ahok-Djarot/MI/Panca Syurkani

Djarot: Ahok 'Musrenbang' di KPK

Wanda Indana • 12 April 2016 11:04
medcom.id, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat resmi membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Selasa 12 April. Djarot menyebut dirinya menggantikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berhalangan hadir karena mengikuti 'Musrenbang' di Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
"Saya bagi tugas dengan Pak Ahok, beliau ikut Musrenbang di KPK, saya Musrenbang di laut," kata Djarot membuka pidato yang disambut tawa ratusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Kabupaten Kepulauan Seribu, di Ruang Pola, Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Selasa (12/4/2016).
 
Tak hanya itu, orang nomor dua di DKI ini juga menyinggung Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah yang bakal menyusul Ahok 'Musrenbang' di KPK. "Kalau beliau (Saefullah) sebagai saksi," celetuk Djarot.

Djarot: Ahok Musrenbang di KPK
Peserta Musrenbang yang digelar di Pulau Seribu/Wanda Indana
 
Dalam pidatonya, Djarot menyayangkan program-program yang direncanakan SKPD di Kabupaten Kepuluan Seribu tidak memiliki visi ke depan. Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus digalakkan. Sebab, Kepulauan Seribu sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional.
 
"Orientasi utama kita bukan sisi jumlah penduuduk, tapi bagaiamana menjaga pulau-pulau kita yang masuk dalam kawasan strategis nasional. Bagaimana kepulauan seribu menjadi 10 destinasi pariwisata nasional. Akses ke sini menjadi sangat penting," jelas Djarot.
 
Musrenbang digelar bertepatan dengan KPK yang memanggil Ahok sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembelian lahan proyek pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras. Pemeriksaan ini merupakan yang perdana bagi Ahok.
 
Kasus yang diduga menyebabkan kerugian negara Rp191 miliar ini masih dalam tahap penyelidikan di KPK. Selain Ahok, lembaga pimpinan Agus Rajardjo ini juga telah memeriksa 33 saksi. Di antaranya Ketua Yayasan RS Sumber Waras, Kartini Mulyadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan