Ilustrasi--Sejumlah warga menikmati suasana sambil menunggu waktu berbuka puasa di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (8/6)MI/ Arya Manggala
Ilustrasi--Sejumlah warga menikmati suasana sambil menunggu waktu berbuka puasa di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (8/6)MI/ Arya Manggala

'Garis Tangan' Monas di Usia Jakarta ke-489

Nasional hut kota jakarta
Riyan Ferdianto • 22 Juni 2016 16:17
medcom.id Jakarta: Monumen Nasional (Monas) mulai dibangun pada 17 Agustus 1961, saat pemerintahan Sukarno. Lebih kurang enam tahun kemudian, monumen peringatan setinggi 132 meter ini dibuka untuk umum.
 
Monumen ini terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, dan menjadi ikon Ibu Kota. 'Garis tangan' Monas terbilang mujur bila dibandingkan museum lain di Jakarta. Monas seperti tak pernah kehabisan pengunjung.
 
"Hari ini hari ulang tahun Jakarta, saya sengaja datang hari ini. Selain itu saya mau datang ke Monas untuk mengetahui sejarah Indonesia dan kerajaan Indonesia," kata Ayuni, 23, pengunjung Monas, kepada Metrotvnews.com, Rabu (22/6/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


'Garis Tangan' Monas di Usia Jakarta ke-489
Pengunjung Monas--Metrotvnews.com/Riyan Ferdianto.
 
Kendati lahir dan tinggal di Jakarta, Ayu mengaku, baru pertama kali melihat Jakarta dari puncak Monas. Dia sengaja memilih jalan-jalan saat puasa agar antrean ke puncak Monas tak terlalu padat. "Melihat Jakarta dari atas Monas di hari ulang tahun Jakarta itu luar biasa," terangnya.
 
Sekadar diketahui, tiap sudut halaman luar monumen terdapat relief yang menggambarkan sejarah Indonesia. Relief ini bermula di sudut timur laut dengan mengabadikan kejayaan Nusantara, yaitu sejarah Singasari dan Majapahit.
 
'Garis Tangan' Monas di Usia Jakarta ke-489
Kawasan Monas Tampak Bersih--Metrotvnews.com/Riyan Ferdianto.
 
Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut. Kemudian juga terjadapat sejumlah kronologis yang menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah Pemuda, Pendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern.
 
Semakin hari wajah Taman Monas makin baik. Semua tertata dan bersih. Juga tak ada lagi pedagang kali lima berjualan. PKL di tempatkan di dekat pintu masuk Monas.
 
"Kami lakukan pembersihan di sini, nyapu-nyapu setiap hari pagi sore dan malam hari mas," kata Edi, petugas kebersihan di Monas kepada Metrotvnews.com.
 
Monas sekarang memang rapih jali. Pengunjung bisa leluasa berjalan kaki dan duduk-duduk untuk istirahat. Wajah ini didapat salah satunya karena kerja keras petugas kebersihan. Mereka membersikan areal Monas 3 kali sehari.
 
Monas sempat tak ramah, beberapa kasus kriminal sempat terjadi di tempat ini. Salah satunya, pada 2010, ketika anggota Satpol PP berbuat cabul terhadap YA, 15.
 
Belakang Monas juga menjadi tempat para politikus bernazar. Pada 9 Maret 2012, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berjanji bersedia digantung di Monas jika terlibat korupsi. "Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di monas (monumen nasional)," tegasnya, Jumat 9 Maret 2012.
 
Ketua DPP Bidang Hukum Partai Gerindra Habiburokhman juga sempat bernazar di Monas. Dia sempat tidak percaya Teman Ahok akan bisa mengumpulkan sejuta KTP dukungan. Melalui Twitter, Habib menyebut, apa yang dilakukan Teman Ahok hanya omong doang. "Saya berani terjun bebas dari puncak Monas kalau KTP dukungan Ahok benar cukup untuk nyalon," tulis Habib, 26 Februari 2016.
 
(YDH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif