Ilustrasi -- MI/Angga Yuniar
Ilustrasi -- MI/Angga Yuniar

KPAI Desak JIS Lakukan Tes Darah

Desi Angriani • 29 April 2014 02:06
medcom.id, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Jakarta International School (JIS) segera melakukan tes darah kepada seluruh staf pengajarnya. KPAI menilai JIS dapat terbebas dari tuduhan menyembunyikan identitas pelaku lantaran selama ini tidak kooperatif.
 
"Kami harap JIS bersedia melakukan tes darah bagi seluruh pengajar, asisten pengajar dan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Karena hanya tes darah saja yang bisa membersihkan nama JIS," ujar Sekjen KPAI, Erlinda, di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2014).
 
Alasan KPAI melakukan tes darah, kata Erlinda, untuk membuktikan dugaan pelaku berasal dari lingkungan JIS. Terlebih, salah satu dari lima tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak (pedofil) di JIS ternyata pernah mengalami kekerasan seksual di lingkungan tersebut.

"Kami yakin pelaku masih ada dan itu di luar cleaning service," imbuhnya.
 
"Masalahnya kita sudah mendapatkan informasi dari korban yang menyatakan masih ada pelaku yang belum tertangkap, dan sudah ada juga fotonya. Tapi apa JIS mau membuka atau memberikan informasi itu kepada kita," sambungnya.
 
Erlinda menegaskan KPAI tidak akan berhenti melakukan advokasi terhadap anak-anak korban pelecehan seksual tersebut sampai pelaku dijerat hukuman berat.
 
"Kami tidak akan pernah gentar, kami akan tetap melakukan pendampingan sampai semua pelaku tertangkap," tegasnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu tersangka, Zainal, 28, pernah menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh salah seorang pengajar yang pernah buron FBI dalam kasus pedofil, William James Vahey. William pernah mengajar di JIS sejak tahun 1992 hingga tahun 2002.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>