Ilustrasi -- Antara/Fanny Octavianus
Ilustrasi -- Antara/Fanny Octavianus

Subsidi Dicabut, ASN DKI Parkir di Trotoar

Nasional tarif parkir
Media Indonesia • 16 Januari 2019 08:13
Jakarta: Trotoar di sepanjang Jalan Kebon Sirih, tepatnya di depan Gedung DPRD DKI Jakarta menjadi lahan parkir Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut setelah subsidi parkir untuk mereka dicabut dan dilarang memarkir kendaraan di Gedung DPRD DKI.
 
Pantauan Media Indonesia, Senin, 15 Januari 2019, puluhan kendaraan roda dua milik ASN memenuhi trotoar tersebut sejak pagi. Iqbal, salah satu pengawas dalam (pemdal) DPRD DKI Jakarta mengungkapkan, setelah gedung parkir DPRD resmi dibersihkan dari kendaraan ASN, sejumlah ASN memarkirkan kendaraan mereka di trotoar depan gedung DPRD DKI. "Dari pagi banyak banget ASN yang membandel parkir di situ," katanya.
 
Namun, sejak pagi pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah mengantisipasinya dan langsung menertibkan kendaraan. Mereka mengangkut motor-motor yang diparkir sembarangan di trotoar. "Tadi pagi sudah ada beberapa motor yang diderek. Tapi, belum semua ditertibkan," kata Iqbal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sigit Widjatmiko membenarkan hal tersebut. Sigit menyatakan terdapat sembilan kendaraan roda dua yang diangkut Dishub. "Berdasarkan berita acara pemeriksaan, terdapat sembilan kendaraan roda dua yang diderek hari ini," katanya.
 
Baca: Parkiran IRTI Monas Kembali Padat
 
Sejumlah kendaraan yang terkena operasi penderekan tersebut, ujar Sigit, akan dikenai denda retribusi sebesar Rp500 ribu. "Semua kendaraan yang terkena giat penertiban pende-rekan dikenai aturan denda retribusi sebesar Rp500 ribu," jelas Sigit.
 
Lengang
 
Pemandangan berbeda terlihat di lapangan parkir basement Gedung DPRD DKI Jakarta. Setelah beberapa hari terakhir dipadati kendaraan bermotor para ASN, kemarin lapangan parkir tersebut terlihat lengang.
 
Empat petugas jaga juga tidak sesibuk kemarin mengatur kendaraan yang mondar-mandir di palang masuk parkiran tersebut.
"Hari ini tidak ada sama sekali ASN yang parkir di sini," kata Ikhsan, salah seorang petugas parkir Gedung DPRD DKI.
 
Ikhsan mengungkapkan, petugas keamanan dan pengamanan dalam (pamdal) mulai berjaga ketat hari ini karena surat edaran resmi mengenai larangan parkir di Gedung DPRD DKI telah diterima. "Sudah ada surat resmi soalnya. Jadi kami bertugas pun enak," ujar Ikhsan.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa lahan parkir yang terdapat di Gedung DPRD DKI Jakarta merupakan parkir khusus anggota dewan dan staf DPRD. "Parkir itu khusus anggota dewan dan staf di situ," katanya.
 
Para ASN Pemprov DKI Jakarta menggunakan lahan parkir Gedung DPRD DKI lantaran subsidi parkir mereka di Lapangan IRTI Monas resmi dicabut.
 
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menetapkan tarif parkir baru sebesar Rp352 ribu per bulan untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor. Sebelumnya, tarif parkir berlangganan motor di IRTI Monas hanya Rp22 ribu per bulan.
 
Menyusul tarif parkir kendaraan roda empat naik sekitar delapan kali lipat yakni dari semula Rp66 ribu per bulan menjadi Rp550 ribu per bulan.
 
Akibat kenaikan harga ini banyak ASN mencari parkir di tempat lain. Mereka memanfaatkan lahan parkir di Gedung DPRD DKI lantaran masih gratis.
 
Anies mengatakan bahwa pencabutan subsidi itu bertujuan untuk mendorong para ASN menggunakan angkutan umum. Terlebih, pegawai Pemprov DKI telah mendapat fasilitas naik bus Trans-Jakarta secara cuma-cuma alias gratis. (Atalya Puspa)
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi