medcom.id, Jakarta: Pemerintah akan menggusur bangunan di Kalijodo, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Meski baru rencana, orang yang menggantungkan hidup di wilayah itu sudah merasakan dampaknya.
Tempat hiburan malam banyak di Kalijodo. Seorang pelayan kafe di Kalijodo mengatakan, tempat hiburan di wilayah ini ramai dikunjungi pada akhir pekan.
Namun sejak muncul rencana Pemerintah DKI Jakarta menggusur bangunan di wilayah itu, jumlah pengunjung menurun drastis. Tugas pria asal Sukabumi 1992 ini membuka dan menuangkan bir ke pelanggan.
Dia sudah tidak ingat kapan mulai bekerja di Kalijodo. Sebelum ada rencana penggusuran, ia bisa mengantongi pendapatan Rp100 ribu per malam.
Bila ada uang tip, penghasilannya bertambah. "Kalau tip dari satu kelompok tamu ya Rp5 ribu atau Rp10 ribu. Pas buat bayar indekos dan makan," katanya di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Selasa (16/2/2016).
Kadang ia merasa senang bekerja di Kalijodo karena banyak hiburan. Namun, ia merasakan lebih banyak duka.
"Pendapatan tidak sesuai dengan capeknya. Saya kerja malam sampai pagi, seperti vampir, kalau ada matahari tidur," ujar dia.
Saat ini, tempat hiburan malam di Kalijodo mulai sepi. "Gara-gara isu penggusuran," katanya.
Dia bingung ke mana akan menggantungkan hidup bila kafe di Kalijodo benar-benar diratakan dengan tanah. "Mungkin pulang kampung dulu sebelum kerja lagi," ujarnya.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah akan menggusur bangunan di Kalijodo, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Meski baru rencana, orang yang menggantungkan hidup di wilayah itu sudah merasakan dampaknya.
Tempat hiburan malam banyak di Kalijodo. Seorang pelayan kafe di Kalijodo mengatakan, tempat hiburan di wilayah ini ramai dikunjungi pada akhir pekan.
Namun sejak muncul rencana Pemerintah DKI Jakarta menggusur bangunan di wilayah itu, jumlah pengunjung menurun drastis. Tugas pria asal Sukabumi 1992 ini membuka dan menuangkan bir ke pelanggan.
Dia sudah tidak ingat kapan mulai bekerja di Kalijodo. Sebelum ada rencana penggusuran, ia bisa mengantongi pendapatan Rp100 ribu per malam.
Bila ada uang tip, penghasilannya bertambah. "Kalau tip dari satu kelompok tamu ya Rp5 ribu atau Rp10 ribu. Pas buat bayar indekos dan makan," katanya di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Selasa (16/2/2016).
Kadang ia merasa senang bekerja di Kalijodo karena banyak hiburan. Namun, ia merasakan lebih banyak duka.
"Pendapatan tidak sesuai dengan capeknya. Saya kerja malam sampai pagi, seperti vampir, kalau ada matahari tidur," ujar dia.
Saat ini, tempat hiburan malam di Kalijodo mulai sepi. "Gara-gara isu penggusuran," katanya.
Dia bingung ke mana akan menggantungkan hidup bila kafe di Kalijodo benar-benar diratakan dengan tanah. "Mungkin pulang kampung dulu sebelum kerja lagi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)