medcom.id, Jakarta: Warga Kalijodo, Pejanggalan, Jakarta Utara akhirnya setuju tempat tinggalnya digusur. Namun, mereka meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak merampas hak warga dengan memberikan ganti rugi yang setimpal.
Warga Kalijodo, Yuli mengatakan, dirinya mendukung rencana penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI. Dirinya juga tidak keberatan dengan kedatangan puluhan pasukann gabngan TNI Polri yang mengawal Pemprov DKI menyerahkan surat peringatan (SP) satu.
Yuli terlihat santai melihat puluhan aparat memasuki wilayahnya. Warga sekitar seperti tidak perduli dengan kedatangan aparat.
"Ya tidak apa-apa, kami mendukung saja. Yang penting hak-hak kami jangan dirampas," kata Yuli di kawasan, Kalijodo, Kamis (18/2/2016).
Sekretaris Camat Penjaringan, Jakarta Barat, M. Andri, mendatangi warga kawasan Kalijodo. Datang pukul 10:50 WIB, Andri dikawal puluhan satpol PP, Polisi dan TNI.
Andri tampak menyusuri sudut-sudut pemukiman warga. Dia memeriksa rumah warga yang tertempel surat pemberitahuan terkait penggusuran.
"Formalitas, menyerahkan SP1 saja," kata Andri singkat kepada wartawan.
Andri mengatakan, dirinya akan mendata 87 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak penggusuran. Sebanyak 18 KK lainnya, sudah mendaftarkan diri bersedia direlokasi.
medcom.id, Jakarta: Warga Kalijodo, Pejanggalan, Jakarta Utara akhirnya setuju tempat tinggalnya digusur. Namun, mereka meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak merampas hak warga
dengan memberikan ganti rugi yang setimpal.
Warga Kalijodo, Yuli mengatakan, dirinya mendukung rencana penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI. Dirinya juga tidak keberatan dengan kedatangan puluhan pasukann gabngan TNI Polri yang mengawal Pemprov DKI menyerahkan surat peringatan (SP) satu.
Yuli terlihat santai melihat puluhan aparat memasuki wilayahnya. Warga sekitar seperti tidak perduli dengan kedatangan aparat.
"Ya tidak apa-apa, kami mendukung saja. Yang penting hak-hak kami jangan dirampas," kata Yuli di kawasan, Kalijodo, Kamis (18/2/2016).
Sekretaris Camat Penjaringan, Jakarta Barat, M. Andri, mendatangi warga kawasan Kalijodo. Datang pukul 10:50 WIB, Andri dikawal puluhan satpol PP, Polisi dan TNI.
Andri tampak menyusuri sudut-sudut pemukiman warga. Dia memeriksa rumah warga yang tertempel surat pemberitahuan terkait penggusuran.
"Formalitas, menyerahkan SP1 saja," kata Andri singkat kepada wartawan.
Andri mengatakan, dirinya akan mendata 87 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak penggusuran. Sebanyak 18 KK lainnya, sudah mendaftarkan diri bersedia direlokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)